Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter.[3] Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 meter.
Bola
Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 200 hingga 280 gram. Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).Judul
Net
Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter.
Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Manchester United Football Club adalah sebuah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya, yang bermain di Liga Inggris.
Didirikan sebagai Newton Heath LYR Football Club pada tahun 1878, klub
ini berganti nama menjadi Manchester United pada 1902 dan pindah ke Old
Trafford pada tahun 1910.
Bencana Udara München 1958 merenggut nyawa delapan pemain. Pada tahun 1968, di bawah manajemen Matt Busby, Manchester United adalah klub sepak bola Inggris pertama yang memenangkan Piala Eropa. sedangkan Alex Ferguson memenangkan total 38 gelar utama, dari bulan November 1986 sampai Mei 2013,[6][7] ketika ia mengumumkan pensiun setelah 26 tahun di klub.[8] Rekan Scot David Moyes diangkat sebagai penggantinya pada tanggal 9 Mei 2013.[9]
Manchester United adalah klub sepak bola terkaya ketiga di dunia untuk 2011-12 dalam hal pendapatan, dengan pendapatan tahunan sebesar €395.9 juta, dan kedua klub paling berharga tahun 2013, senilai $3.165 miliar. Dan pada bulan Januari 2015 lalu, Manchester United dinobatkan sebagai klub terkaya kedua di dunia[10], Ini adalah salah satu tim sepak bola yang paling banyak didukung di dunia.[11][12][13] Setelah sahamnya tercatat di London Stock Exchange pada tahun 1991, klub itu dibeli oleh Malcolm Glazer pada Mei 2005 di kesepakatan menilai klub di hampir £800 juta.[14] Pada bulan Agustus 2012, Manchester United melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek New York.
Sejarah
Tahun awal (1878–1945)
Sebuah grafik yang menunjukkan kemajuan Manchester United FC melalui Sistem liga sepak bola di Inggris dari bergabung sebagai Newton Heath dalam 1892-93 untuk 2012-13
Tim pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath.[15] Kaus tim berwarna hijau – emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton
pada 1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan
mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi
perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan
pengedropan “L&YR” dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja.
Tak lama kemudian, pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan
utang lebih dari £2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.[16]
Tim Manchester United pada awal sesi 1905-06, yang pada saat itu menjadi juara dua di Divisi 2 dan terangkat.
Pada Januari 1902, dengan utang £ 2.670 – setara dengan £ 250.000 per
2014 – klub itu disajikan dengan urutan berliku, Sebelum tim mereka
bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies[ket 1], direktur Manchester Breweries.[17] Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernard nya[ket 2],
kemudian Davies memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak,
tetapi berhasil memengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan
menjadi chairman tim.[18] Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata “Tuan-tuan, mengapa kita tidak menggunakan nama Manchester United?”[19] Nama ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April
1902. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah
warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.
Foto akhir Piala FA pada tahun 1909, yang memenangkan Manchester United (putih) melawan Bristol City 1-0. Ini adalah gelar pertama mereka dalam persaingan ini.
Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September
1902. Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan
gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua.
Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan
merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.
Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan
dua Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu
berakhir kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka
memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain di atas regulasi yang ditetapkan FA.
Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh
bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan
dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru1907,
akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08 dan
United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield
United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada
akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka,
Aston Villa.
Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka
memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim
1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari1910 melawan Liverpool,
tetapi mereka kalah 4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim
1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun.
Pada tahun 1922, tiga tahun setelah pembukaan kembali sepak bola
setelah Perang Dunia Pertama, klub itu terdegradasi ke Divisi II, di
mana ia tetap sampai mendapatkan kembali promosi pada tahun 1925.
Terdegradasi lagi pada tahun 1931, Manchester United menjadi klub yo-yo,
mencapai posisi sepanjang masa terendah tempat ke-20 di Divisi II pada
tahun 1934. Setelah kematian dermawan utama klub, J. H. Davies, pada
bulan Oktober 1927, keuangan klub memburuk sejauh bahwa Manchester
United kemungkinan akan bangkrut kalau bukan untuk James W. Gibson, pada bulan Desember tahun 1931, investasi £2,000 dan memegang kendali klub.[20] Pada musim 1938-39, tahun terakhir sepak bola sebelum Perang Dunia Kedua, klub selesai di posisi 14 Divisi Pertama.[20]
Pada tahun 1945, Matt Busby
ditunjuk menjadi manajer dari tim yang berbasis di Old Trafford ini.
Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti
menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan
menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan
lowongan manajer di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang
diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang
direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya.
Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manajer
yang bernama Jimmy Murphy.
Keputusan menunjuk Busby sebagai manajer merupakan keputusan yang
sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar
United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 dan 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini.
Charlie Mitten pulang ke Colombia
untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior
United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952.
Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman
pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain
muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956
dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103
gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah
satu manajer yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan
1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain
bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands
memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat
bermain di segala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan
bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka
menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa.
Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid.
Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan
yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim
juara BelgiaAnderlecht 10–0 di Maine Road.
Sebuah plat kenangan di Old Trafford sebagai penghargaan untuk para pemain yang meninggal pada Tragedi München.
Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim
pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat
mendarat di München, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi München 1958 tanggal 6 Februari1958 merenggut nyawa 8 pemain tim – Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam “Billy” Whelan – dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.[21]
Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal,
yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur.
Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan di bawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry
juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak
bolanya berakhir cepat. Dokter München mengatakan bahwa Matt Busby tidak
memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya
keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.
Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun
Jimmy Murphy mengambil alih posisi manajer ketika Busby dirawat di rumah
sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain,
mereka mencapai final Piala FA 1958, di mana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers
untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para
korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim
berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk
untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat Tragedi München.
Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best.
Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA
tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan
di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub
terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun
1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968,
mengalahkan tim asuhan Eusébio
SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang
memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik
Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby
mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.
1969–1986
Bryan Robson adalah kapten Manchester United selama 12 tahun, lebih lama dari pemain lain.[22]
Setelah masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika
ditangani Wilf McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim
1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga
McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby
kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Di bawah asuhan Busby,
United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia
meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan
beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.
Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O’Farrell
ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O’Farrell tidak
bertahan lebih dari 18 bulan, bedanya hanya O’Farrell bereaksi untuk
menanggulangi penampilan buruk dari United dengan membawa muka baru ke
dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga £125,000. Tommy Docherty
menjadi manager di akhir 1972. Docherty, atau “Doc”, menyelamatkan
United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu
trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah
ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.
Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton.
Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Di
dalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki
hubungan dengan istri fisioterapi.
Dave Sexton
menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih
defensif. Gaya bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih
menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli
Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins,
namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya
sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala
FA, dikalahkan Arsenal. Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.
Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes.
United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985,
dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985–86 setelah memenangkan
10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan
terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United kemudian menjadi
buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk
United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk
yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat.
Alex Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan
mengantarkan klub meraih posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim
1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga setelah George Best.
United mengalami masa sulit 2 musim berikutnya. Dengan pembelian
pemain yang cukup banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan
suporter. Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal
1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.
United memenangkan Winners’ Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim itu, Barcelona di final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari saingan, Leeds United.
Kedatangan Eric Cantona
di November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu.
Cantona membaur bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan
MU menjadi juara dua di liga dan Piala FA. Ferguson membuat suporter
kesal karena menjual beberapa pemain Beberapa dari mereka langsung
terpilih menjadi anggota Tim nasional Inggris.
Secara mengejutkan, United kembali meraih double pada musim 1995–96.
Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double sebanyak dua kali
dan akhirnya mereka mendapat sebutan “Double Double”.[23]
Mereka memenangkan liga musim 1996–97 dan Eric Cantona menyatakan
pensiun dari persepak bolaan profesional pada usia 30. Mereka mengawali
musim 1997–98 dengan baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua
klasemen, di bawah pemenang dua gelar, Arsenal.
Trofi Treble Manchester United disimpan di museum d Old Trafford.
Musim 1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena
mereka berhasil menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih
Treble(tiga gelar dalam satu musim) — dengan memenangkan Liga Premier
Inggris, Piala FA dan Liga Champion UEFA di musim yang sama.[24] Setelah melewati Liga Utama yang padat, Manchester United berhasil memenangkan liga pada pertandingan terakhir melawan Tottenham Hotspur dengan skor 2–1, ketika Arsenal menang 1–0 atas Aston Villa.[25] Memenangkan Liga Utama merupakan bagian pertama dari treble United, yang disebut Ferguson bagian tersulit.[25] Di final Piala FA mereka bertemu Newcastle United dan menang 2–0 melalui gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.[26] Pada pertandingan terakhir mereka musim itu, pertandingan Final Liga Champions UEFA 1999, mereka mengalahkan Bayern Munich,
pertandingan tersebut disebut-sebut sebagai comeback terbaik yang
pernah ada, kalah sampai dengan injury time dan mencetak gol dua kali di
menit-menit terakhir untuk memastikan kemenangan 2–1.[24] Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras 1–0 di Tokyo.[27]
United memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal
meraih kembali trofi kompetisi Eropa. Pada tahun 2000, Manchester United
menjadi salah satu dari 14 pendiri kelompok G-14.[28]
Ferguson mengadopsi gaya permainan bertahan dan tetap gagal di
kompetisi Eropa dan United menyelesaikan liga pada urutan ketiga
klasemen. Mereka meraih kembali gelar liga musim berikutnya dan memulai
musim dengan sangat baik, namun penampilan mereka memburuk ketika Rio Ferdinand menerima skorsing 8 bulan karena gagal dalam tes doping. Mereka memenangkan Piala FA 2004, setelah mengalahkan Millwall.
Musim 2004-05, produktivitas gol United berkurang, yang disebabkan oleh cederanya Ruud van Nistelrooy
dan United menyelesaikan musim tanpa meraih satu gelar pun. Kali ini,
Piala FA dimenangkan oleh Arsenal yang mengalahkan United melalui adu
penalti. Di luar lapangan, cerita utamanya adalah kemungkinan klub
diambil alih oleh pihak lain dan pada akhir musim, Malcolm Glazer, seorang pengusaha asal Tampa, telah memiliki kepemilikkan United.
Giggs pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak untuk United.
United melakukan awal buruk pada musim 2005–06, dengan kepergian Roy Keane
yang bergabung dengan Celtic setelah United banyak dikritik publik dan
klub gagal melewati babak knock-out Liga Champions untuk pertama kalinya
dalam satu dekade setelah kalah dari tim asal Portugal, Benfica. Musim ini adalah musim yang buruk bagi United karena pemain kunci mereka seperti, Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes cedera. Mereka hanya meraih satu gelar musim itu, Piala Liga, mengalahkan tim promosi Wigan Athletic
dengan skor 4–0. United memastikan tempat di urutan kedua klasemen liga
dan lolos otomatis ke Liga Champions setelah mengalahkan Charlton Athletic 4–0. Akhir musim 2005–06, satu dari penyerang kunci, Ruud van Nistelrooy, meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid, karena hubungannya dengan Alex Ferguson retak.[29]
Musim 2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang
seperti pada dekade 90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan.
Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera penting dalam pencapaian United di Liga Champions,[30] dengan harapan meraih Treble kedua; namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5 (agregat).[31]
Dalam perayaan ke-50 keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi Eropa, dan juga perayaan ke-50 dari Treaty of Rome, Manchester United bertanding melawan Marcello Lippi dan tim Eropa XI di Old Trafford pada 13 Maret2007. United memenangkan pertandingan 4–3.[32]
Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei
2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the
Blues tujuh poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti
kemenangan United 1–0 dalam Derby Manchester
hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan
Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun, mereka tidak dapat
mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 di
final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.
Pada 11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah
mengalahkan Wigan 2-0 di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar
tersebut, disusul gelar Liga Champions pada tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea
6-5 di final melalui adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu
normal 2×45 menit serta perpanjangan waktu 2×15 menit. Dengan status
sebagai juara Liga Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 dan berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3 di semifinal dan LDU Quito 1-0 di final. United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007. Setahun setelah final Liga Champions UEFA tahun 2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United kemudian mengalami kekalahan dalam final Liga Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan skor 2 – 0 di Roma, Italia.
Musim 2009-10 bukanlah musim yang bagus, karena hanya mendapatkan
gelar Piala Liga, hanya finis di posisi kedua, dan terdepak di Liga Champions oleh Bayern München.
Musim selanjutnya United meraih titel juara liga teratas untuk ke-19
kalinya, melewati Liverpool dengan 18 gelar juara liga, setelah imbang
di Blackburn 1-1 untuk penentuan gelar juara dengan Chelsea. Di Eropa, United meraih medali runner-up setelah dihantam pasukan Pep Guardiola, Barcelona 3-1. Di musim tersebut, United kehilangan Gary Neville, Owen Hargreaves, Paul Scholes dan Edwin van der Sar. Di musim 2011-12, United mendapat kemenangan besar atas Arsenal 8-2 di Old Trafford, tetapi kekalahan besar dari Manchester City
1-6 di tempat yang sama. Pertandingan melawan Sunderland (1-0 United)
adalah sejarah bagi United, khususnya Sir Alex yang telah resmi 25 tahun
bersama United. North Stand resmi diganti namanya menjadi Sir Alex
Ferguson Stand. Pada musim itu pula United tidak berhasil menembus 16
besar Liga Champions setelah dikalahkan Basel 1-2 di Swiss. United juga tidak berhasil menembus perempat final Liga Europa setelah tumbang oleh Athletic Bilbao.
Di domestik, United disapu Crystal Palace 1-2 di kandang di ajang Piala
Liga. United juga menelan kekalahan 1-2 di Anfield dalam ajang Piala FA.
2013–sekarang
Pada tanggal 8 Mei 2013, Ferguson mengumumkan bahwa ia akan pensiun
sebagai manajer pada akhir musim, tetapi dia akan tetap di klub sebagai
direktur dan duta klub.[8][33] Pihak klub mengumumkan pada hari berikutnya bahwa mantan manajer Everton. David Moyes akan menggantikan Ferguson mulai 1 Juli 2013, setelah menandatangani kontrak enam tahun.[34][35][36]
Pada tanggal 22 April 2014, United mengumumkan bahwa David Moyes telah meninggalkan klub[37][38]setelah
Manchester United gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Ryan Giggs
lalu ditunjuk untuk menjadi pelatih interim. Pada tanggal 19 Mei 2014 Louis van Gaal resmi menggantikan Moyes sebagai pelatih, dengan Ryan Giggs sebagai asisten pelatih.[39]
Walaupun di musim pertamanya Van Gaal mampu menyelesaikan musim
di posisi 4 di Liga Primer dan berhasil membuat Manchester United
kembali bermain di Liga Champions, di musim keduanya, Manchester United
tersingkir dari Liga Champions pada fase grup.[40]
United juga tersingkir dalam perebutan gelar juara Liga Primer dalam 3
musim secara beruntun dan menyelesaikan musim di posisi ke-5, walaupun
pada era kepelatihan Van Gaal, klub membeli pemain dengan harga mahal
seperti Angel Di Maria, Memphis Depay, Morgan Schneiderlin dan Anthony Martial. Namun, pada musim 2015-16, Manchester United berhasil menjuarai piala FA untuk ke-12 kalinya.[41] Walaupun demikian, Van Gaal dipecat oleh pihak klub pada akhir musim, dua hari setelah kemenangan piala FA,[42] dengan José Mourinho sebagai pelatih baru klub, dengan menandatangani kontrak dengan durasi 3 tahun.[43]
Pada musim pertama era Mourinho, United berhasil menjuarai Community
Shield, Piala Liga dan Liga Eropa. Wayne Rooney menjadi pencetak gol
terbanyak dalam sejarah klub dengan 250 gol, melewati rekor Sir Bobby Charlton sebelum akhirnya kembali ke Everton.
Lambang dan warna klub
Lambang Manchester United dari tahun 1960-an hingga 1973
Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna
hijau-kuning. Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi
Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi merah
(kaus), putih (celana), dan hitam (kaus kaki), yang menjadi standar
seragam MU sampai saat ini. Pengecualian ketika tim bertanding di Final
Piala FA tahun 1909 melawan Bristol City,
kaus berwarna putih berkerah merah berbentuk V. Desain seragam ini
kembali digunakan saat 1920-an ketika seragam tim berwarna merah-merah.
Kostum tandang biasanya adalah kaus putih, celana hitam, dan kaus
kaki putih, tetap warna lain juga pernah digunakan, termasuk kaus biru
bergaris putih yang digunakan dari tahun 1903 sampai 1916, hitam
seluruhnya pada 1994 dan 2003 dan kaus biru dengan garis horisontal
perak pada tahun 2000. Satu yang paling terkenal, hanya dipakai
sebentar, kostum tandang United yang berwarna keseluruhan abu-abu
dipakai pada musim 1995–96. Kostum ini tidak digunakan lagi saat MU
kalah pada pertandingan pertama pemakaian kostum ini. Pada babak
pertama, MU kalah 3-0 dari Southhampton, mereka mengganti seragam yang
mereka kenakan menjadi seragam ketiga mereka yang berwarna biru-putih,
tetapi pada akhirnya kalah 3–1. Seragam abu-abu tidak pernah lagi
digunakan akibat hasil buruk yang mereka dapat pada pertandingan pertama
dengan seragam abu-abu itu.[44][45]
Seragam tandang MU yang terkenal lainnya adalah kaus putih dengan
lengan hitam dan garis emas-hitam. Seragam ini adalah seragam terakhir
yang didesain Umbro sebelum MU memilih produsen Nike, dan memperingati 100 tahun pergantian nama dari Newton Heath F.C menjadi Manchester United.
Kostum ketiga United berwarna biru, yang dikenakan pemain saat
memenangkan Piala Champions 1968. Pengecualian, kostum kuning terang
yang digunakan pada awal 1970-an, seragam biru bergaris putih yang
dipakai 1996, dan kaus putih bergaris merah-hitam yang dipakai pada
2004. United juga menggunakan kostum ketiga untuk latihan. United
mengadopsi warna kostum hitam keseluruhan pada musim 1998–99 dan kaus
biru tua dengan pinggiran marun pada tahun 2001 untuk bertanding melawan
Southampton dan PSV Eindhoven.
Lambang Manchester United telah diganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Setan yang terletak di tengah lambang merupakan akar dari julukan “Setan Merah” (The Red Devils), yang muncul di era 1960-an setelah Matt Busby mendengar itu dari fans tim rugbi Salford.[46] Pada akhir 60-an, lambang setan telah mulai untuk dimasukkan pada brosur program dan syal klub, hingga akhirnya dimasukkan ke dalam lambang klub dengan memegang trisula. Di 1998, logo kembali didesain ulang, kali ini menghilangkan tulisan “Football Club”.[47] Perubahan ini bertentangan dengan pendapat suporter, yang memandang bahwa MU semakin menjauhi akar sepak bola dan perubahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata.
Pendukung
Manchester United terkenal sebagai klub sepak bola paling populer di
dunia, dengan salah satu yang tertinggi rata-rata kehadiran kandang di
Eropa.[48]
Klub menyatakan bahwa basis penggemar di seluruh dunia termasuk lebih
dari 200 cabang yang diakui secara resmi dari Manchester United Suporter
Club (MUSC), di setidaknya 24 negara.[49]
Klub ini mengambil keuntungan dari dukungan ini melalui tur musim panas
di seluruh dunia. Perusahaan akuntansi dan industri olahraga konsultan
Deloitte memperkirakan bahwa Manchester United memiliki 75 juta
penggemar di seluruh dunia, sementara perkiraan lain menempatkan angka
ini mendekati 333 juta.
Juventus Football Club S.p.A. (BIT: JUVE) (dari bahasa Latin:[6]iuventus: masa muda[juˈvɛntus]), biasa disebut sebagai Juventus dan populer dengan nama Juve (pengucapan [ˈjuːve]),[7] adalah klub sepak bola profesional asal Italia yang berbasis di Turin, Piemonte. Klub ini didirikan pada tahun 1897 dengan nama Sport Club Juventus oleh sekelompok pelajar muda di kota Turin,[3] yang dipimpin oleh Eugenio Canfari dan saudaranya Enrico.[8][9][10]
Mereka mengenakan kaos berwarna hitam putih sebagai seragam kandang
sejak tahun 1903, dan menggunakan beberapa stadion berbeda di sekitar
kota Turin untuk memainkan partai kandang.
Sejak bulan September 2011, mereka berkandang di Juventus Stadium yang berkapasitas 41.507 tempat duduk.[11] Stadion tersebut dibangun di lokasi yang sama dengan stadion yang mereka gunakan sebelumnya, yaitu Stadion Delle Alpi, yang harus dirobohkan demi membangun Juventus Stadium.
Juventus adalah klub tertua kedua di Italia, setelah Genoa
yang mendirikan klub sepak bola pada tahun 1893. Mereka tampil untuk
pertama kalinya di liga divisi teratas Italia sejak tahun 1900, setelah
berganti nama menjadi Football Club Juventus. Mereka terus berada di
kompetisi tertinggi tersebut (yang menggunakan nama Serie A sejak tahun 1929), kecuali pada musim 2006–07.
Sejak tahun 1923, Juventus mulai dikelola oleh keluarga Agnelli.
Hubungan antara klub sepak bola dan dinasti bisnis tersebut merupakan
yang tertua dan terpanjang dalam sejarah olahraga di Italia. Hal
tersebut menjadikan Juventus sebagai klub olahraga profesional pertama
di negara tersebut,[12][13]
sebelum konsep tersebut menjadi populer. Mereka pun menjadi kekuatan
besar di Italia sejak era 1930-an, dan juga di Eropa sejak pertengahan
1970-an.[14]
Sejak pertengahan tahun 1990-an, Juventus telah menjadi salah satu dari
10 klub sepak bola terkaya di dunia dari sisi nilai aset, pendapatan,
dan keuntungan.[15] Mereka pun telah masuk bursa saham Borsa Italiana sejak tahun 2001.[16]
Seiring berjalannya waktu, Juventus pun menjadi simbol dari budaya Italia.[17][18][19]
Kesuksesan mereka mempunyai dampak yang signifikan di tengah-tengah
masyarakat Italia, terutama pada tahun 1930-an dan dekade pertama
setelah Perang Dunia Kedua yang mempengaruhi kondisi politik ideologi
dan sosial ekonomi para penggemar klub tersebut. Hal ini tercermin pada
kontribusi Juventus untuk tim nasional Italia
sejak tahun 1920-an, yang kemudian diakui sebagai salah satu klub yang
paling berpengaruh dalam sepak bola internasional karena turut berperan
dalam kemenangan Italia pada Piala Dunia 1934, 1982, dan 2006.[20]
Juventus merupakan klub yang paling banyak menyumbang pemain untuk tim
nasional Italia, hampir tidak pernah gagal memberikan pemain sejak tahun
1924.
Dijuluki Vecchia Signora (“Nyonya Tua”), Juventus adalah klub tersukses di Italia, dan salah satu yang paling sukses di dunia.[21][22][23]
Mereka telah memenangkan 35 gelar juara liga, 13 gelar Coppa Italia,
dan delapan gelar Supercoppa Italiana, serta menjadi pemegang gelar
terbanyak untuk ketiga kompetisi tersebut. Selain itu, mereka juga telah
berhasil meraih dua gelar Piala Interkontinental, dua gelar Liga Champions, satu gelar Piala Winners, tiga gelar Piala UEFA (rekor nasional untuk klub Italia), satu gelar Piala Intertoto, dan dua gelar Piala Super Eropa.
Karena prestasi tersebut, Juventus pun memimpin rangking FIGC dalam hal jumlah trofi di tingkat nasional, menempati posisi ke-5 di Eropa, dan ke-11 di dunia.[24]
Mereka sempat memimpin rangking UEFA selama tujuh musim sejak rangking
tersebut diperkenalkan pada tahun 1979. Mereka pun menjadi tim Italia
yang paling sering memimpin rangking tersebut.
Juventus merupakan klub dengan jumlah penggemar terbanyak di
Italia, dan salah satu yang terbesar di dunia. Berbeda dengan banyak
pendukung klub Eropa lainnya, yang biasanya terkonsentrasi di sekitar
kota asal klub tersebut, penggemar Juventus tersebar di seantero negeri
dan di antara para imigran asal Italia yang tinggal di luar negeri.[25][26][27][28] Mereka pun merupakan salah satu pencetus ide untuk membuat European Club Association, yang dulu dikenal dengan nama G-14, yang berisi klub-klub kaya di Eropa.
Di bawah kepemimpinan pelatih Giovanni Trapattoni,
sejak tahun 1976 hingga 1986, Juventus berhasil memenangkan 13 gelar,
termasuk enam gelar juara liga dan lima gelar internasional. Mereka pun
menjadi klub pertama sepanjang sejarah sepak bola Eropa yang menjuarai
tiga kompetisi di bawah naungan UEFA: yaitu Liga Champions 1984–1985, Piala Winners 1983–1984 (sekarang telah ditiadakan), dan Piala UEFA 1976–1977.[29][30][31][32][33][31]
Berkat keberhasilan mereka menjuarai Piala Super Eropa tahun 1984 dan Piala Interkontinental tahun 1985,
Juventus pun menjadi klub pertama (dan satu-satunya hingga saat ini)
yang berhasil memenangkan seluruh gelar juara kompetisi resmi UEFA dan
gelar juara dunia.[34][35][36]
Prestasi ini diperkuat setelah mereka juga berhasil menjuarai Piala
Intertoto tahun 1999, di era keemasan berikutnya di bawah arahan Marcello Lippi,
membuat mereka menjadi satu-satunya klub profesional Italia yang
berhasil meraih seluruh gelar juara yang mungkin mereka raih, baik di
tingkat nasional maupun internasional.[37]
Pada bulan Desember 2000, Juventus menempati posisi ke-7 dalam rangking klub terbaik di dunia versi FIFA.
Sembilan tahun kemudian, mereka menempati peringkat ke-2 dalam rangking
klub terbaik di Eropa sepanjang abad ke-20 menurut penelitian statistik
dari International Federation of Football History & Statistics
(IFFHS).[23] Di kedua rangking tersebut, Juventus menempati posisi yang lebih tinggi dibanding klub asal Italia lainnya.
Para pemain Juventus telah meraih delapan penghargaan Ballon d’Or,
empat di antaranya terjadi pada tahun yang berurutan (1982-1985) dan
menjadi rekor hingga saat ini. Nama-nama tersebut pun termasuk dalam
deretan pemain pertama yang mendapatkan penghargaan tersebut untuk Serie
A, seperti Omar Sívori dan Michel Platini. Selain itu, juga ada nama tiga dari lima pemain Italia yang pernah meraih trofi tersebut, seperti Paolo Rossi.
Juventus juga berhasil mendapatkan empat penghargaan FIFA World Player
of the Year (terbanyak di Italia), dengan pemain seperti Roberto Baggio dan Zinédine Zidane.
Selain itu, para pemain Juventus juga berhasil memenangkan 10 penghargaan Serie A Footballer of the Year, termasuk untuk satu-satunya penjaga gawang yang berhasil meraih trofi tersebut, yaitu Gianluigi Buffon. Mereka pun menyumbang 15 pemain berbeda dalam daftar Serie A Team of the Year, yang juga merupakan jumlah terbanyak dibanding klub Italia yang lain.
SEJARAH
Awal mula
Foto bersejarah, Juventus FC pada tahun 1898.
Juventus FC pada tahun 1903.
Juventus didirikan pada akhir tahun 1897 dengan nama Sport Club
Juventus oleh siswa-siswa dari sekolah Massimo D’Azeglio Lyceum, yang
berlokasi di daerah Liceo D’Azeglio, Turin.[38]
Awalnya, klub ini dibentuk sebagai wadah bagi anak-anak muda yang
saling berteman, yang ingin menghabiskan waktu dengan jalan-jalan
bersama, bersenang-senang, serta melakukan berbagai hal positif. Dua di
antaranya adalah kakak beradik Eugenio dan Enrico Canfari.[38]
Anak-anak muda tersebut rata-rata berusia 15 tahun, dengan anak tertua
berumur 17 tahun dan beberapa yang lain berumur di bawah 15 tahun.
Saat itu, hal yang paling sulit bagi para pemuda tersebut adalah
bagaimana caranya menemukan markas baru. Salah satu pendiri Juventus,
Enrico Canfari dan teman-temannya akhirnya menemukan sebuah tempat yang
merupakan bangunan dengan halaman yang dikelilingi tembok, mempunyai
empat ruangan, sebuah kanopi, loteng, dan keran air minum. Selanjutnya,
mereka pun mengadakan pertemuan untuk menentukan nama klub, yang
akhirnya berlanjut dengan perdebatan sengit di antara mereka. Satu kubu
cenderung tidak menyukai penggunaan nama latin, sedangkan kubu yang lain
justru menyukai nama-nama klasik, dan sisanya merupakan kubu netral.
Kemudian, ada tiga nama yang diputuskan untuk dipilih, yaitu “Societa
Via Port”, “Societa sportive Massimo D’Azeglio”, dan “Sport Club
Juventus”. Nama terakhir akhirnya dipilih tanpa banyak keberatan, dan
resmi menjadi nama klub mereka. Namun, dua tahun kemudian, mereka
berganti nama menjadi Football Club Juventus.[3]
Klub tersebut lantas bergabung dengan Kejuaraan Sepak Bola Italia
pada tahun 1900. Pada tahun 1904, seorang pebisnis yang bernama
Ajmone-Marsan mengambil alih aspek keuangan Juventus, dan membuat mereka
bisa berpindah tempat latihan dari Piazza d’Armi ke Velodrome Umberto I
yang kondisinya lebih layak. Di periode tersebut, mereka menggunakan
kostum pink-hitam. Juventus berhasil menjuarai kompetisi liga untuk
pertama kalinya pada tahun 1905. Saat itu, mereka telah menggunakan
kostum hitam-putih, terinspirasi dari klub asal Inggris Notts County.[39]
Pada tahun 1906, ada beberapa staf Juventus yang ingin memindahkan Juventus dari kota Turin.[3]
Presiden Alfred Dick merasa tidak senang dengan kondisi tersebut, dan
memutuskan untuk hengkang bersama beberapa pemain bintang dan membentuk
klub baru yang bernama Torino. Perseteruan antara Juventus dan Torino terus berlanjut hingga saat ini, dan pertandingan antara keduanya dikenal dengan nama Derby della Mole.[40]
Di periode tersebut, Juventus berjuang untuk kembali membangun tim
setelah perpecahan, dan berusaha tetap bertahan di tengah kekacauan Perang Dunia I.[39]
Pemilik FIAT, Edoardo Agnelli, mengambil alih kendali atas tim Juventus pada tahun 1923, dan langsung membangun stadion baru.[3] Hal ini pun membantu Juventus untuk meraih scudetto (gelar juara liga) yang kedua pada musim 1925–26, setelah mengalahkan Alba Roma
dengan skor agregat 12-1 (Antonio Vojak mencetak gol-gol penting di
musim tersebut). Pada era 1930-an, Juventus telah berhasil menjadi
kekuatan utama di sepak bola Italia dengan menjadi klub profesional
pertama di negara tersebut dan klub dengan basis penggemar pertama yang
tersebar di berbagai kota. Hal ini mendukung mereka untuk mendapatkan
gelar juara liga selama lima kali berturut-turut sejak tahun 1930 hingga
1935 (empat gelar pertama diraih di bawah asuhan pelatih Carlo Carcano).[39]
Selain itu, Juventus pun berkontribusi dalam skuat tim nasional Italia
yang dilatih oleh Vittorio Pozzo, yang berhasil menjadi juara dunia pada
tahun 1934.[41] Beberapa pemain bintang Juventus yang turut membela Italia saat itu antara lain Raimundo Orsi, Luigi Bertolini, Giovanni Ferrari dan Luis Monti.
Juventus kemudian memindahkan kandang mereka ke Stadio Comunale,
tetapi gagal merajai sepak bola Italia pada akhir 1930-an dan awal
1940-an. Mereka bahkan harus mengakui keunggulan tim sekota, Torino.
Secercah harapan muncul saat mereka berhasil menjuarai Piala Italia
untuk pertama kalinya pada musim 1937-38 dengan mengalahkan Torino.
Mereka sempat mengakhiri musim 1940-41 di posisi ke-6, namun berhasil
meraih Piala Italia kedua di musim berikutnya. Pada periode ini, Italia
tengah mengikuti Perang Dunia II,
sehingga menghambat jalannya liga. Pada tahun 1944, Juventus mengikuti
sebuah turnamen lokal yang akhirnya urung diselesaikan. Pada tanggal 14
Oktober, liga kembali bergulir dengan pertandingan derby antara Juventus
dan Torino. Juventus berhasil mengalahkan rival sekotanya dengan skor
2-1, tetap Torino yang saat itu dikenal sebagai “Grande Torino” berhasil
mengakhiri musim sebagai juara.
Setelah Perang Dunia II, para tanggal 22 Juli 1945, Gianni Agnelli terpilih sebagai presiden kehormatan klub. Selama masa kepemimpinannya, Agnelli mendatangkan beberapa pemain baru seperti Giampiero Boniperti,
Muccinelli, dan pemain asal Denmark John Hansen. Mereka berhasil
menjuarai liga di musim 1949–50 dan 1951–52. Gelar di tahun 1952 mereka
raih lewat kepemimpinan pelatih asal Inggris, Jesse Carver.
Pada tanggal 18 September 1954, Gianni Agnelli meninggalkan
Juventus. Di tahun tersebut, Juventus hanya berhasil mengakhiri musim di
posisi ke-7. Pada musim berikutnya, barisan pemain muda di bawah
kepemimpinan pelatih Puppo berusaha untuk bangkit. Semangat mereka pun
bertambah setelah masuknya Umberto Agnelli sebagai komisioner klub.
Pada musim 1957–58, Juventus merekrut dua penyerang baru, yaitu John Charles yang berasal dari Wales, dan Omar Sivori
yang berasal dari Argentina. Mereka pun berhasil kembali menjadi juara,
dan berhak mengenakan tanda bintang kehormatan karena telah menjuarai
10 gelar juara liga. Mereka pun menjadi klub Italia pertama yang
mendapat penghargaan tersebut. Di musim tersebut, Sívori menjadi pemain
pertama Juventus yang berhasil mendapatkan gelar Pemain Terbaik Eropa.
Pada musim berikutnya, mereka mengalahkan Fiorentina
di final Coppa Italia, dan untuk pertama kalinya berhasil mendapatkan
gelar ganda (Serie A dan Coppa Italia). Boniperti memutuskan untuk
pensiun pada tahun 1961, dengan status sebagai pencetak gol terbanyak
sepanjang masa bagi Juventus dengan 182 gol di semua kompetisi. Rekor
tersebut bertahan selama 45 tahun.[42]
Pada era 1960-an, Juventus hanya berhasil satu kali menjuarai
liga, yaitu pada musim 1966–67. Namun, pada awal tahun 1970-an, Juventus
kembali memperkuat posisi mereka di sepak bola Italia di bawah asuhan
mantan pemain mereka Čestmír Vycpálek. Pada musim 1971-72, Juventus berhasil mencapai final Fairs Cup (cikal bakal Piala UEFA), namun harus kalah dari Leeds United.
Di liga, posisi mereka sempat terancam karena cedera yang dialami
pemain andalan mereka Roberto Bettega. Untungnya, mereka tetap bisa
bermain konsisten dan meraih gelar scudetto ke-14.
Pada musim 1972-73, mereka kedatangan beberapa pemain baru, seperti Dino Zoff dan Jose Altafini
dari Napoli. Saat itu, mereka dihadapkan pada jadwal yang padat di
Serie A dan kompetisi Eropa. Juventus berhasil merebut gelar scudetto
ke-15 setelah menyalip AC Milan di detik-detik terakhir, setelah tim
asal kota Milan tersebut secara mengejutkan kalah di pertandingan
terakhir mereka. Juventus pun berhasil masuk final Liga Champions, namun
harus kalah dari Ajax Amsterdam yang diperkuat oleh Johan Crujff.
Di musim-musim berikutnya, mereka berhasil menambah tiga gelar
juara liga pada musim 1974-75, 1976–77, dan 1977–78. Prestasi ini mereka
raih berkat penampilan gemilang bek Gaetano Scirea dan kepemimpinan pelatih Giovanni Trapattoni,
yang membawa Juventus meraih gelar pertama di kancah Eropa, tepatnya
gelar Piala UEFA tahun 1977. Selama era Trapattoni, banyak pemain
Juventus yang kemudian menjadi tulang punggung tim nasional Italia yang
sukses di bawah arahan pelatih Enzo Bearzot, yang berhasil tampil baik
di Piala Dunia 1978, Euro 1980, dan menjuarai Piala Dunia 1982.[43][44]
Pentas Eropa
Di masa kepelatihan Trapattoni pada tahun 1980-an,[39]
Juventus meraih kesuksesan besar dengan menenangkan gelar Serie A
sebanyak empat kali. Pada tahun 1984, mereka meraih gelar juara liga
ke-20, sehingga berhak mengenakan bintang tambahan di seragam mereka,
menjadi satu-satunya klub Italia yang berhasil meraih prestasi tersebut.
Enam pemain Juventus turut bergabung dengan tim nasional Italia yang
menjadi juara Piala Dunia 1982. Paolo Rossi
merupakan pemain Juventus yang paling mencuri perhatian, hingga ia
berhasil meraih penghargaan sebagai Player of the Tournament dan menjadi
Pemain Terbaik Eropa pada tahun 1982.[45]
Juventus kembali menjadi favorit di Serie A musim 1982-83 setelah kedatangan bintang Perancis, Michel Platini.
Sayangnya, jadwal mereka yang padat dengan kompetisi Eropa membuat
mereka tidak konsisten di liga domestik. Sempat hanya berselisih 3 poin
dengan Roma yang menempati posisi puncak, Juventus gagal mengejar dan
harus merelakan klub asal ibukota tersebut menjadi juara. Di Eropa,
Juventus berhasil lolos ke babak final Liga Champions, namun harus kalah
dari Hamburg. Di musim tersebut, mereka hanya berhasil meraih gelar
Piala Italia dan Piala Interkontinental.
Pada musim panas 1983, Juventus harus kehilangan dua pilar inti
mereka. Dino Zoff gantung sepatu di usia 41 tahun, sedangkan Bettega
hijrah ke Kanada untuk mengakhiri karier di sana. Mereka lantas merekrut
kiper baru dari Avellino, yaitu Stefano Tacconi dan Beniamino Vinola.
Sedangkan Nico Penzo menjadi pendampong Rossi di lini depan. Pada saat
itu, mereka harus berkonsentrasi penuh di dua kompetisi, yaitu liga
domestik dan Piala Winner. Hasilnya, melalui penampilan yang konsisten
sepanjang musim, Juventus berhasil memastikan gelar juara liga satu
pekan sebelum kompetisi usai. Prestasi ini pun ditambah keberhasilan
mereka menjuarai Piala Winner dengan mengalahkan Porto 2-1 di Basel pada
tanggal 16 Mei 1984.
Pada musim berikutnya, Juventus gagal meraih gelar juara Serie A
yang jatuh ke tangan Hellas Verona. Namun mereka berhasil menjuarai Liga
Champions pada tahun 1985 lewat gol semata wayang Platini di partai
final. Sayangnya, pertandingan penutup melawan Liverpool FC yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia harus diwarnai dengan kematian 39 suporter Juventus akibat bentrokan
dengan para hooligans pendukung Liverpool. Sebagai hukuman dari tragedi
tersebut, semua tim asal Inggris dilarang untuk mengikuti kejuaraan
Eropa selama lima tahun.[46]
Keberhasilan menjuarai Liga Champions tersebut membuat Juventus
menjadi satu-satunya tim yang berhasil menjuarai tiga kompetisi utama
UEFA. Ditambah keberhasilan mereka menjuarai Intercontinental Cup,
Juventus pun menjadi satu-satunya klub hingga saat ini yang berhasil
memenangkan seluruh gelar juara kompetisi resmi UEFA dan gelar juara
dunia. Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan kesuksesan menjuarai
Piala Intertoto pada tahun 1999.
Michel Platini, bintang Juventus pada saat itu, juga berhasil
menjadi pemain terbaik Eropa untuk yang ketiga kalinya secara
berturut-turut, sebuah rekor yang belum bisa dipecahkan oleh pemain lain
hingga saat ini..[47]
Bila ditambah gelar serupa yang diraih Paolo Rossi pada tahun 1982,
maka Juventus telah meraih gelar tersebut selama empat kali
berturut-turut, dan menjadi satu-satunya klub yang bisa meraih prestasi
tersebut hingga saat ini.
Juventus sempat meraih gelar scudetto pada musim 1985-86, yang
juga merupakan tahun terakhir Trapattoni di Juventus. Setelah itu,
Juventus terus gagal menunjukkan performa terbaik, dan harus mengakui
keunggulan Napoli yang diperkuat Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim asal kota Milan, yaitu AC Milan dan Inter Milan.
Pada tahun 1990, Juventus pindah ke kandang baru mereka, yaitu Stadio Delle Alpi, yang dibangun menjelang Piala Dunia 1990.[48]
Marcello Lippi mengambil alih posisi pelatih Juventus pada awal musim 1994-95.[3]
Ia langsung mengantarkan Juventus menjuarai Serie A untuk pertama
kalinya sejak pertengahan tahun 1980-an di musim tersebut, lengkap
dengan gelar juara Coppa Italia. Pemain bintang mereka saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi kemudian memimpin Juventus untuk menjuarai Liga Champions Eropa pada musim berikutnya, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui drama adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal. Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve di pertandingan tersebut.[49]
Setelah berhasil bangkit dan menjuarai Liga Champions, Juventus
tidak lantas tinggal diam. Mereka kembali merekrut pemain-pemain
bintang, seperti Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Mereka pun berhasil menjuarai Serie A di musim 1996–97 dan 1997–98, Piala Super UEFA 1996,[50] dan Piala Interkontinental 1996.[51] Juventus juga berhasil mencapai final Liga Champions pada tahun 1997 dan 1998, tetapi harus takluk oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol).[52][53]
Lippi sempat digantikan oleh Carlo Ancelotti
selama dua setengah musim. Ia kembali pada tahun 2001, menyusul
pemecatan terhadap Ancelotti, dan langsung merekrut nama-nama besar,
seperti Gianluigi Buffon, David Trezeguet, Pavel Nedvěd, dan Lilian Thuram. Mereka sukses menjuarai Serie A pada musim 2001–02 dan 2002-03.[39] Pada tahun 2003, terjadi All Italian Final di Liga Champions, namun Juventus harus kalah dari Milan
lewat adu penalti setelah pertandingan di waktu normal berakhir tanpa
gol. Di akhir musim berikutnya, Lippi ditunjuk untuk menjadi pelatih tim nasional Italia, membuat ia harus mengakhiri salah satu periode kepelatihan paling sukses sepanjang sejarah Juventus.
Fabio Capello
menjadi pelatih Juventus pada tahun 2004, dan membawa klub tersebut
meraih dua gelar Serie A secara berturut-turut. Namun, pada bulan Mei
2006, Juventus merupakan salah satu dari lima klub Serie A yang
dihubungkan dengan skandal pengaturan skor. Karena kasus tersebut, mereka pun ditempatkan di posisi terbawah untuk musim tersebut, dan harus terdegradasi ke Serie B untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Gelar juara yang mereka raih pada musim 2004–05 dicopot, dan posisi teratas untuk musim 2005–06 diserahkan kepada Inter Milan[54]
Setelah kasus tersebut, banyak pemain kunci mereka yang meninggalkan klub karena tidak mau bermain di Serie B, seperti Lilian Thuram, striker Zlatan Ibrahimović, dan bek tengah Fabio Cannavaro. Namun, nama-nama besar seperti Gianluigi Buffon, Alessandro Del Piero, David Trezeguet, dan Pavel Nedvěd, tetap bertahan untuk membantu Juventus kembali ke Serie A. Para pemain tim Primavera (junior) seperti Sebastian Giovinco dan Claudio Marchisio
pun langsung dimainkan di tim utama. Juventus meraih gelar juara Serie B
pada musim 2006-07, dan berhak untuk kembali berlaga di Serie A.,[55] Sang kapten, Del Piero, berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan 21 gol.
Pada tahun 2010, Juventus mempertimbangkan untuk mengajukan
banding terhadap pencopotan gelar juara mereka di musim 2004-05 dan
2005-06, setelah melihat hasil persidangan yang berkaitan dengan skandal
tersebut.[56] Tuduhan terhadap mantan General Manager Juventus Luciano Moggi, yang dianggap melakukan tindakan kriminal, ditolak sebagian oleh Mahkamah Agung Italia pada tanggal 23 Maret 2015.[57]
Juventus pun menggugat FIGC untuk membayar ganti rugi sebesar €443 juta
atas kerugian yang mereka terima akibat degradasi ke Serie B pada tahun
2006. Presiden FIGC Carlo Tavecchio menawarkan diskusi untuk
mengembalikan gelar juara Juventus, asalkan Juventus mau menarik gugatan
tersebut.[58]
Pada tanggal 9 September 2015, Mahkamah Agung Italia mengeluarkan
dokumen setebal 150 halaman yang menjelaskan keputusan akhir terkait
kasus itu. Meski sebagian tuduhan terhadap Moggi dibatalkan (tanpa
persidangan baru), pengadilan tetap menyatakan bahwa Moggi secara aktif
terkait dengan kasus kecurangan yang menguntungkan Juventus dan dirinya
sendiri.[59] Pada tahun 2016, pengadilan TAR menolak permintaan kompensasi dari Juventus.[60]
Kembali ke Serie A
Saat kembali ke Serie A pada musim 2007-08, Juventus menunjuk mantan manajer ChelseaClaudio Ranieri sebagai pelatih.[61] Mereka berhasil meraih posisi ketiga di akhir musim, dan berhak untuk berlaga di Liga Champions musim 2008–09 lewat babak kualifikasi ketiga. Juventus berhasil mencapai fase grup, dan mengalahkan Real Madrid
baik di pertandingan kandang maupun tandang. Sayangnya, mereka harus
takluk dari Chelsea pada babak gugur. Karena serangkaian hasil buruk,
Ranieri akhirnya dipecat dan digantikan oleh Ciro Ferrara sebagai pelatih sementara di dua pertandingan terakhir Serie A musim 2008-09.[62] Ferrara kemudian terpilih sebagai pelatih tetap untuk musim berikutnya.[63]
Kiprah Ferrara tidak diwarnai dengan kesuksesan. Juventus harus
tersingkir dari Liga Champions dan Coppa Italia, serta hanya berhasil
menempati posisi ke-6 di klasemen Serie A, pada akhir bulan Januari
2010. Hasil buruk tersebut membuat Ferrara akhirnya dipecat dan
digantikan oleh Alberto Zaccheroni sebagai pelatih sementara. Zaccheroni gagal memperbaiki tim, dan Juventus pun mengakhiri musim di posisi ke-7.
Pada musim 2010-11, posisi Jean-Claude Blanc sebagai Presiden klub digantikan oleh Andrea Agnelli. Langkah pertama yang dilakukan Agnelli setelah menjadi Presiden adalah mengganti Zaccheroni dengan pelatih SampdoriaLuigi Del Neri, dan mengganti Direktur Olahraga mereka Alessio Secco dengan Giuseppe Marotta.[64]
Sayangnya, Delneri juga gagal mengubah peruntungan Juventus dan
dipecat. Mantan pemain Juventus yang baru saja membawa Siena promosi ke
Serie A, Antonio Conte, ditunjuk untuk mengisi posisi Delneri. Pada bulan September 2011, Juventus memindahkan kandang mereka ke Juventus Stadium.
Bersama Conte sebagai pelatih, Juventus meraih hasil yang
diharapkan. Mereka tak terkalahkan sepanjang musim 2011-12 di Serie A.
Di paruh kedua musim, mereka praktis hanya bersaing dengan Milan untuk memperebutkan posisi pertama. Juventus memenangkan gelar tersebut di pekan ke-37 setelah mengalahkan Cagliari 2-0, dan Milan kalah dari Internazionale dengan skor 4-2. Setelah kemenangan 3-1 atas Atalanta
di pekan terakhir, Juventus pun resmi menjadi tim pertama yang
mengakhiri Serie A tanpa terkalahkan (dalam kompetisi yang menggunakan
format 38 pertandingan). Beberapa prestasi lain yang juga mereka raih
saat itu adalah kemenangan tandang terbesar saat mengalahkan Fiorentina
dengan skor 5-0, rekor pertahanan terbaik di Serie A (hanya kebobolan
20 kali, paling sedikit dalam format liga yang digunakan saat ini), yang
juga merupakan rekor pertahanan terbaik kedua di antara liga-liga besar
Eropa.[65]
Pada musim 2013–14,
Juventus meraih scudetto ketiga secara berturut-turut bersama Antonio
Conte. Di musim tersebut, mereka bahkan berhasil mengumpulkan rekor poin
terbanyak (102) dengan 33 kemenangan. Itu adalah gelar ke-30 sepanjang
sejarah Juventus. Mereka pun berhasil mencapai babak semi final di
Europa League, tetapi harus tereliminasi oleh Benfica
yang pada pertandingan kedua bermain dengan 10 orang dan menerapkan
pertahanan catenaccio. Mereka pun gagal melaju ke babak final yang
berlangsung di kandang mereka sendiri, Juventus Stadium.
Di akhir musim, Antonio Conte memutuskan untuk mundur dan digantikan oleh Massimiliano Allegri.
Era Allegri
Di
bawah kepemimpin mantan pelatih Milan tersebut, Juventus berhasil
meraih gelar juara Serie A sebanyak lima kali berturut-turut. Bila
ditambah dengan gelar juara yang diraih bersama Conte, maka mereka telah
menjadi scudetto selama delapan kali berturut-turut. Bersama Allegri,
Juventus berhasil masuk ke babak final Liga Champions sebanyak dua kali,
meski selalu gagal di dua kesempatan tersebut.
Pada musim pertama Allegri, 2014–15, Juventus berhasil meraih gelar Serie ke-31 dan gelar juara Coppa Italia ke-10.[66] Mereka pun mengalahkan Real Madrid di babak semi final Liga Champions
dengan agregat 3-2, dan berhak untuk menghadapi Barcelona dalam babak
final yang berlangsung di Berlin. Ini adalah pertama kalinya Juventus
berhasil masuk ke babak final Liga Champions sejak musim 2002-03.[67] Sayangnya, Juventus harus takluk 1-3 lewat gol cepat Ivan Rakitić, yang diikuti oleh gol balasan Alvaro Morata di menit ke-55. Barcelona kembali unggul berkat gol Luis Suárez di menit ke-70, diikuti dengan gol Neymar di menit akhir lewat skema serangan balik.[68]
Pada tanggal 25 April 2016, Juventus mendapatkan gelar ke-32
mereka dan yang kelima secara berturut-turut. Terakhir kali mereka
menjuarai Serie A sebanyak lima kali berturut-turut adalah di musim
1930-31 hingga 1934-35. Mereka berhasil memastikan titel juara setelah
Napoli takluk dari Roma, membuat Juventus tak lagi bisa terkejar secara
matematis, meski liga masih menyisakan tiga pertandingan lagi. Pada
tanggal 21 Mei, Juventus kembali meraih Coppa Italia yang ke-11 dan dua
kali secara berturut-turut. Hal ini membuat Juventus menjadi tim pertama
di Italia yang berhasil mengawinkan gelar Serie A dan Coppa Italia
selama dua musim berturut-turut.[69][70][71]
Pada tanggal 17 Mei 2017, Juventus menjuarai Coppa Italia ke-12
setelah menang 2-0 atas Lazio di babak final. Mereka pun menjadi tim
pertama di Italia yang berhasil menjuarai Coppa Italia selama tiga kali
berturut-turut.[72]
Empat hari kemudian, Juventus memastikan diri sebagai tim pertama di
Italia yang berhasil menjuarai liga selama enam kali berturut-turut.[73] Pada tanggal 3 Juni 2017, Juventus kembali lolos ke babak final Liga Champions
kedua mereka selama tiga tahun terakhir. Sayangnya, mereka kembali
gagal setelah kalah 1-4 dari juara bertahan Real Madrid. 10 menit
sebelum peluit akhir dibunyikan, terjadi insiden kerusuhan di Turin yang
menyebabkan dua orang meninggal dan ribuan orang lainnya cedera. Hal
ini disebabkan aksi perampokan dengan semprotan merica yang
disalahartikan sebagai serangan bom, sehingga kepanikan pun terjadi.[74][75]
Pada musim 2017–18,
Juventus kembali meraih gelar Coppa Italia yang keempat secara
berturut-turut setelah mengalahkan Milan dengan skor 4-0 di babak final.[76] Mereka pun berhasil meraih gelar juara ketujuh secara berturut-turut,[77] dan memperkuat dominasi mereka di liga domestik.
Pada awal musim 2018–19,
Juventus memecahkan rekor transfer termahal untuk pemain di atas 30
tahun, dan rekor transfer termahal oleh klub asal Italia, ketika mereka
merekrut pemain berusia 33 tahun Cristiano Ronaldo. Mereka menggaet Ronaldo dari Real Madrid dengan biaya €112 juta.[78] Ronaldo pun menjadi pemain kunci yang membawa Juventus kembali meraih gelar juara di Serie A, kedelapan secara berturut-turut.[79] Di akhir musim, Juventus memberhentikan Allegri, dan merekrut mantan pelatih Napoli Maurizio Sarri yang baru saja berhasil membawa Chelsea menjuarai Europa League.
Warna, logo, dan julukan
Kostum kandang asli Juventus
Juventus telah bermain dengan kostum berwarna hitam dan putih ala
zebra, dengan celana berwarna putih atau hitam, sejak tahun 1903.
Sebelumnya, Juventus menggunakan kostum berwarna pink dengan dasi hitam,
yang dibuat oleh ayah dari salah satu pemain mereka pada saat itu.
Namun setelah dicuci berkali-kali, warna kostum tersebut pun memudar,
sehingga pada tahun 1903 klub memutuskan untuk mengganti kostum. Mereka
bertanya kepada John Savage, salah seorang pemain mereka yang berasal
dari Inggris, apakah ia mempunyai kenalan di Inggris yang bisa menyuplai
kostum untuk klub. Savage pun menghubungi temannya yang tinggal di
Nottingham, yang merupakan fans dari klub Notts County.
Teman Savage tersebut akhirnya mengirimkan kostum hitam putih, seperti
kostum yang digunakan Notts County. Kostum tersebut pun terus digunakan
Juventus hingga saat ini.[80]
Logo lama Juventus yang digunakan sampai musim 2004-05.
Logo resmi Juventus telah beberapa kali mengalami perubahan dan
modifikasi kecil sejak tahun 1920-an. Sebelum tahun 1980-an, logo
Juventus berbentuk perisai oval dengan garis hitam putih. Tulisan
Juventus di bagian atas perisai berbentuk cekung dengan latar belakang
biru yang merupakan simbol kota Turin. Di bagian bawah perisai terdapat
gambar zebra dan mahkota emas yang berukuran cukup besar. Pada tahun
1980-an, Juventus sempat menggunakan siluet seekor zebra sebagai logo,
sebelum kembali lagi ke bentuk perisai oval khas tim-tim Italia pada
tahun 1990.
Pada tahun 2004, Juventus kembali mengubah logo. Mereka tetap
menggunakan bentuk perisai oval dengan lima garis hitam putih, namun
tulisan Juventus di bagian atas dibuat berbentuk cembung dengan sebuah
garis lengkung berwarna emas (yang melambangkan kehormatan) di bawahnya.
Di bagian bawah, gambar zebra diganti menjadi siluet seekor banteng
yang juga merupakan simbol kota Turin. Di atas siluet tersebut, terdapat
sebuah mahkota hitam dengan ukuran lebih kecil yang melambangkan
Augusta Tourinorum, sebuah kota tua di era Romawi yang merupakan cikal
bakal kota Turin saat ini.
Juventus adalah tim pertama dalam sejarah sepakbola dunia yang
menggunakan simbol bintang sebagai tanda bahwa mereka telah menjuarai
liga domestik sebanyak sepuluh kali. Mereka mulai memasang simbol
bintang di atas logo mereka pada tahun 1958, yang kemudian juga diikuti
oleh klub-klub lain.[81]
Juventus meraih gelar ke-30 setelah menjuarai Serie A pada musim
2011–12. Namun karena gelar juara mereka di musim 2004–05 dan 2005–06
dicabut karena dugaan keterlibatan dalam skandal pengaturan skor pada
tahun 2006, FIGC menganggap bahwa total gelar juara mereka secara resmi
masih berjumlah 28. Juventus pun memutuskan untuk tidak menggunakan
simbol bintang sama sekali di musim selanjutnya.[82]
Juventus meraih gelar resmi ke-30 mereka pada musim 2013–14 dan berhak
mengenakan tiga bintang, namun presiden Andrea Agnelli mengatakan bahwa
pihaknya akan berhenti menggunakan simbol tersebut hingga ada tim Italia
lain yang menjuarai Serie A sebanyak 20 kali dan berhak mengenakan dua
bintang, untuk menunjukkan superioritas Juventus.[83] Namun, pada musim 2015–16, Juventus kembali menggunakan simbol bintang dan menambahkan bintang ketiga di kostum mereka.[84][85]
Pada bulan Januari 2017, presiden Andrea Agnelli mengumumkan
perubahan terbaru untuk logo Juventus. Logo baru tersebut mempunyai
tulisan “Juventus” di bagian atas, dengan dua huruf J kapital dengan
jenis font yang berbeda dan dipasang bersama, sehingga celah di antara
keduanya juga menunjukkan huruf J. Agnelli mengatakan bahwa logo
tersebut melambangkan “cara hidup Juventus”.[86]
Juventus mengumumkan peluncuran sebuah proyek baru khusus untuk
penggemar anak-anak yang bernama JKids, pada bulan September 2015. Di
waktu yang sama, Juventus juga memperkenalkan sebuah maskot baru untuk
para fans yang bernama J. J adalah seekor zebra berbentuk kartun, dengan
garis hitam putih berlapis emas di tubuhnya, mata berwarna emas, dan
tiga simbol bintang di bagian depan lehernya.[87] J tampil untuk pertama kalinya di Juventus Stadium pada tanggal 12 September 2015.[88]
Sepanjang sejarah, Juventus telah mempunyai beberapa nama julukan. La Vecchia Signora
(The Old Lady dalam Bahasa Inggris atau Si Nyonya Tua dalam Bahasa
Indonesia) merupakan contoh julukan yang paling baik. Kata “tua” dalam
julukan tersebut merupakan sebuah permainan kata, karena kata Juventus
sendiri justru berarti “muda” dalam Bahasa Latin. Nama Juventus
digunakan karena para pemain bintang klub tersebut hingga pertengahan
tahun 1930-an relatif berusia muda. Kata “nyonya” dalam julukan tersebut
merupakan sebutan yang digunakan para fans ketika menyebut Juventus
sebelum era 1930-an.
Juventus juga mendapat julukan La Fidanzata d’Italia (The
Girlfriend of Italy dalam Bahasa Inggris atau Sang Kekasih Italia dalam
Bahasa Indonesia), karena selama bertahun-tahun mereka mendapat dukungan
besar dari para imigran pekerja asal Italia Selatan (khususnya kota
Napoli dan Palermo), yang bekerja untuk FIAT di kota Turin sejak tahun
1930-an. Sebutan lain yang diberikan kepada Juventus adalah La Madama (Bahasa Piedmont untuk Madam), I Bianconeri (Hitam Putih), dan Le Zebre (Si Zebra) yang menunjukkan warna kostum mereka.
I Gobbi (Si Bungkuk) adalah julukan yang digunakan untuk
para suporter Juventus, namun sering digunakan juga untuk para pemain.
Asal mula julukan tersebut adalah ketika para pemain Juventus masih
menggunakan kostum berukuran besar dengan tali pengait yang terbuka di
bagian dada, pada tahun 1950-an. Saat pemain berlari di lapangan, kostum
mereka pun mengembang di bagian punggung seperti parasut, sehingga
mereka terlihat mirip dengan orang bungkuk.[89]
Himne resmi Juventus berjudul Juve (Storia di un Grande Amore)
atau Juve (Kisah Cinta yang Agung) dalam Bahasa Indonesia, yang ditulis
oleh Alessandra Torre dan Claudio Guidetti, dinyanyikan oleh Paolo Belli
pada tahun 2007.[90]
Pada tahun 2016, sebuah film dokumenter tentang Juventus yang berjudul
Black and White Stripes: The Juventus Story diproduksi oleh La Villa
Brothers.[91] Pada 16 Februari 2018, tiga episode awal dari seri dokumenter berjudul First Team: Juventus dirilis di Netflix. Seri dokumenter tersebut mengikuti kegiatan para pemain baik di dalam maupun di luar lapangan sepanjang musim.[92]
Setelah bermain di Parco del Valentino dan Parco Cittadella pada dua
musim perdana (1897 dan 1898), Juventus memainkan pertandingan kandang
mereka di Piazza d’Armi Stadium hingga tahun 1908, kecuali pada tahun
1905 (tahun pertama mereka meraih gelar scudetto) dan 1906 saat partai
kandang mereka dimainkan di Corso Re Umberto.
Sejak tahun 1909 hingga 1922, Juventus bermain di Corso
Sebastopoli Camp, sebelum pindah pada tahun berikutnya ke Corso
Marsiglia Camp dan bertahan di sana hingga tahun 1933. Selama rentang
waktu tersebut, mereka berhasil memenangkan empat gelar juara liga. Pada
akhir tahun 1933, Juventus mulai bermain di Stadio Mussolini
yang baru diresmikan menjelang Piala Dunia 1934. Setelah Perang Dunia
II, stadion tersebut berganti nama menjadi Stadio Comunale Vittorio
Pozzo. Juventus menggunakan stadion tersebut untuk menggelar partai
kandang selama 57 tahun, dan memainkan total 890 pertandingan liga.[94] Meski begitu, Juventus tetap menggunakan stadion tersebut untuk sesi latihan hingga bulan Juli 2003.
Sejak tahun 1990 hingga musim 2005–06, tim asal kota Turin tersebut memainkan partai kandang mereka di Stadion Delle Alpi, yang dibangun untuk Piala Dunia 1990. Sesekali, mereka juga menggunakan stadion lain seperti Renzo Barbera di Palermo, Dino Manuzzi di Cesena, dan San Siro di Milan.[95]
Pada bulan Agustus 2006, Juventus kembali bermain di Stadio Comunale, yang sekarang dikenal sebagai Stadion Olimpico, setelah stadion tersebut direnovasi menjelang Olimpiade Musim Dingin 2006.
Pada bulan November 2008, Juventus mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan dana sekitar €120 juta untuk membangun stadion baru yang bernama Juventus Stadium, di bekas lokasi Stadio Delle Alpi.[96]
Berbeda dengan stadion sebelumnya, Juventus Stadium tidak memiliki
lintasan lari, dan jarak antara bangku penonton dan tepi lapangan hanya
7,5 meter. Stadion berkapasitas 41.507 penonton tersebut mulai dibangun
pada musim semi tahun 2009, dan dibuka secara resmi pada tanggal 8
September 2011, menjelang musim 2011–12. Sejak tanggal 1 Juli 2017,
Juventus Stadium dikenal secara komersial sebagai Allianz Stadium selama
enam musim hingga 30 Juni 2023.[97]
Juventus merupakan salah satu klub sepak bola dengan jumlah pendukung
terbesar di Italia, dengan jumlah tifoso hampir 12 juta orang[98] (32.5% dari total tifosi bola di Italia), merujuk pada penelitian yang dilakukan pada Agustus 2008 oleh harian La Repubblica,[27] dan merupakan salah satu klub dengan jumlah supporter terbesar di dunia, dengan jumlah fans hampir mencapai 170 juta orang[98] (43 juta orang di Eropa),[98] selebihnya ada di Mediterrania, yang kebanyakkan diisi oleh imigran Italia.[99] Tim Turin ini juga mempunyai fans club yang cukup besar di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia yaitu Juventini Indonesia.[100]
Tiket-tiket pertandingan kandang Juve memang tidak selalu habis
setiap kali Juve bertanding di Seri-A atau Eropa, kebanyakkan fans Juve
di Turin mendukung tim kesayangan mereka lewat bar-bar atau restoran. Di
luar Italia, kekuatan supporter Juventus sangatlah kuat. Juve juga
sangat popular di Italia Utara dan Pulau Sisilia, dan menjadi kekuatan
besar saat Juve bertanding tandang,[101] lebih dibandingkan para pendukung di Turin sendiri.
Untuk kawasan Indonesia sendiri sejak awal musim 2006-07 sudah berdiri sebuah komunitas khusus bagi para penggemar Juventus, dengan nama Juventus Club Indonesia
(JCI). Komunitas ini kemudian diakui sebagai satu-satunya fans club
resmi Juventus untuk Indonesia pada awal musim 2008-09 setelah hampir
tiga tahun berjuang untuk mendapatkan lisensi dari pihak Juventus
Italia.[102][103]
Real Madrid Club de Fútbol (pengucapan bahasa Spanyol: [reˈal maˈðɾið ˈkluβ ðe ˈfutβol]; Royal Madrid Football Club), umumnya dikenal sebagai Real Madrid, adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Madrid, Spanyol.
Didirikan pada tahun 1902 sebagai Madrid Football Club, secara tradisional mengenakan kostum kandang putih. Kata Real (“dari kerajaan”) Spanyol dan dianugerahkan ke klub oleh Raja Alfonso XIII pada tahun 1920 bersama-sama dengan mahkota kerajaan di lambang klub. Klub ini telah memainkan pertandingan kandang di Stadion Santiago Bernabéu dengan kapasitas 85.454 di pusat kota Madrid sejak tahun 1947.
Klub ini adalah klub sepak bola terkaya di dunia dalam hal
pendapatan, dengan omset tahunan sebesar €513 juta dan paling berharga,
senilai €3.3 miliar.[4][5] Ini adalah salah satu dari tiga klub untuk tidak pernah terdegradasi dari papan atas sepak bola Spanyol, bersama dengan Athletic Bilbao dan Barcelona. Real Madrid memiliki banyak persaingan lama, terutama El Clásico dengan Barcelona dan El Derbi madrileño dengan Atlético Madrid.
Awal mula Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky
pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari
Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada
tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid.[7] Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.[2]
Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez
menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan
Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912.[8]
Surat yang memberi klub predikat Royal.
Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.[9]
Pada tahun 1929, Liga Spanyol
didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan
terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona.[10]
Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka
pada musim 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada
tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai
La Liga dua kali berturut-turut.[11]
Pada 14 April 1931, kedatangan Republik Spanyol Kedua
disebabkan klub kehilangan gelar Real dan kembali ke bernama Madrid
Football Club. Sepak bola terus selama Perang Dunia Kedua, dan pada 13
Juni 1943, Madrid mengalahkan Barcelona 11-1 di leg kedua semi-final[12] dari Copa del Generalísimo, Copa del Rey yang telah berganti nama untuk menghormati Jenderal Franco. Ia telah mengemukakan bahwa pemain Barcelona diintimidasi oleh polisi,[13]
termasuk oleh direktur keamanan negara yang “diduga mengatakan kepada
tim bahwa beberapa dari mereka hanya bermain karena kedermawanan rezim
dalam memungkinkan mereka untuk tetap di negara ini.”[14] Ketua Barcelona, Enric Piñeyro, diserang oleh fans Madrid.[15]
Santiago Bernabéu Yeste dan kesuksesan di Eropa (1945–1978)
Alfredo Di Stéfano, memimpin klub untuk memenangkan lima Piala Eropa berturut-turut (saat ini, Liga Champions)
Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Prancis dan editor dari L’Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes
menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang
klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian
menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.[19]
Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai
kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real
Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun
1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960.[18]
Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan
piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan
UEFA.[20]
Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan
2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya
terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama
kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa.[21] Tim ini kemudian dikenal lewat julukan “Ye-ye”. Nama “Ye-ye” berasal dari “Yeah, yeah, yeah” chorus dalam lagu The Beatles berjudul “She Loves You“ setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi “Ye-ye” juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.[21]
Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol.[22] Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea.[23] Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung.[24] Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.
Quinta del Buitre dan ketujuh Piala Eropa (1980–2000)
Pada awal 1980-an,
Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka
membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas
melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru
tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era
generasi La Quinta del Buitre (“Lima Burung Nazar”), yang berasal dari nama el buitre (“burung nazar“), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawangFrancisco Buyo, bek kananMiguel Porlán Chendo, dan penyerangMeksikoHugo Sanchez,
Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan
Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup
signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.
Pada bulan Juli 2000, Florentino Pérez terpilih sebagai presiden klub.[25]
Dia berjanji dalam kampanyenya untuk menghapus utang klub sebesar 270
juta euro dan memodernisasi fasilitas klub. Namun, janji pemilu utama
yang mendorong Pérez untuk kemenangan adalah penandatanganan Luís Figo.[26]
Tahun berikutnya, klub mendapat tempat pelatihan yang rezoned dan
menggunakan uang itu untuk memulai perakitan sisi Galáctico terkenal
termasuk pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl, Fabio Cannavaro dan David Beckham. Hal ini diperdebatkan apakah berjudi terbayar, karena meskipun Liga Champions UEFA dan Piala Interkontinental
menang pada tahun 2002, diikuti oleh Liga pada tahun 2003, klub gagal
memenangkan trofi besar selama tiga musim berikutnya. Pada musim panas
2003,[27] setelah menangkap lain gelar La Liga, Florentino Pérez dan dewan direksi menolak untuk memperpanjang kontrak pelatih Vicente del Bosque dan setelah perselisihan internal yang memaksa kapten Fernando Hierro meninggalkan klub. Mereka juga mengabaikan permintaan Claude Makélélé tentang kontrak baru dengan gaji yang lebih baik, sebagai imbalannya, Makélélé meminta permintaan transfer, dan dipindahkan ke Chelsea.
Beberapa hari setelah meraih gelar dari liga, dikelilingi dengan
kontroversi. Pertama keputusan yang kontroversial datang ketika Perez
memecat pelatih Vicente del Bosque,
setelah direktur olahraga Real mengklaim bahwa del Bosque itu bukan
orang yang tepat untuk pekerjaan itu, mereka ingin seseorang muda untuk
menggoyang tim. Atmosfer buruk berlanjut ketika legenda Real serta
kapten Fernando Hierro meninggalkan klub setelah perselisihan dengan manajemen, seperti yang dilakukan Steve McManaman. Namun, klub melakukan tur Asia di pra-musim dan memperkenalkan pemain baru David Beckham. Perez dan direktur menolak untuk memperbaharui kontrak Claude Makélélé dengan gaji yang lebih baik, menjengkelkan Makélélé yang meminta transfer, akhirnya pindah ke Chelsea Pada hari-hari terakhir jendela transfer, Fernando Morientes meninggalkan klub dipinjamkan ke Monaco. Real Madrid, yang baru mengangkat dengan pelatih Carlos Queiroz, mulai liga domestik mereka perlahan-lahan setelah menang telak atas Real Betis.
Musim 2005-06 dimulai dengan janji beberapa pemain baru – Julio Baptista (€20 Juta), Robinho (€30 Juta) dan Sergio Ramos
(€30 Juta – Melepas Klausul) – tetapi pelatih asal Portugal itu tidak
dapat menemukan formula yang tepat di lapangan sebagai bentuk miskin
Real Madrid melanjutkan, dengan tim memukul titik terendah setelah
kekalahan memalukan 0-3 di tangan Barcelona di Santiago Bernabéu. Luxemburgo akhirnya akan mengundurkan diri dan penggantinya adalah Juan Ramón López Caro, secara resmi manajer Real Madrid Castilla. Sebuah untuk kembali membentuk datang tiba berhenti setelah kalah dalam leg pertama perempat final Copa del Rey,
6-1 untuk Real Zaragoza. Tak lama setelah itu, Real Madrid tersingkir
dari Liga Champions untuk musim keempat berturut-turut, kali ini di
tangan Arsenal. Pada tanggal 27 Februari 2006, Florentino Pérez mengundurkan diri.[28]
Presiden baru Ramón Calderón (2006–2009)
Pertandingan Real Madrid bermain di Stadion Santiago Bernabeu pada tahun 2007.
Sukacita di antara para pemain dari Real Madrid setelah gol.
Ramón Calderón terpilih sebagai presiden klub pada tanggal 2 Juli 2006 dan kemudian ditunjuk Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović
sebagai direktur olahraga baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga
pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun namun Capello
dipecat. Pada tanggal 9 Juni 2007, Real bermain melawan Zaragoza di La
Romareda. Pertandingan turun ke awal yang buruk ketika Real Madrid
dipaksa untuk mengubah lineup mereka beberapa menit sebelum dimulainya
pertandingan saat bek muda Miguel Torres merobek hamstring selama pemanasan. Zaragoza
memimpin Real 2-1 menjelang akhir pertandingan sementara Barcelona juga
menang melawan Espanyol 2-1. Tantangan gelar Real tampak akan berakhir.
Namun, akhir equalizer Ruud van Nistelrooy diikuti dengan menit terakhir gol Raúl Tamudo melompat gelar Real Madrid berharap kembali menguntungkan mereka. Sevilla juga ditahan imbang 0-0 tandang melawan Mallorca,
yang berarti bahwa kemenangan di kandang melawan Mallorca efektif akan
mengamankan Los Merengues meraih gelar 30 liga Spanyol mereka.[29] Pada musim 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster.[30]
Gelar dimenangkan pada tanggal 17 Juni, Mallorca menghadapi Real di Bernabéu, sementara Barcelona dan Sevila, yang penantang gelar lainnya, menghadapi Gimnàstic de Tarragona dan Villarreal
masing-masing. Pada babak pertama adalah 0-1, sedangkan Barcelona telah
melonjak ke depan menjadi 0-3 memimpin di Tarragona, namun tiga gol di
terakhir setengah-satu jam dijamin Real Madrid menang 3-1 dan gelar liga
pertama mereka sejak 2003. Gol pertama datang dari Reyes yang mencetak gol setelah kerja bagus dari Higuaín.
Sebuah gol bunuh diri diikuti oleh gol menyenangkan lain dari Reyes
diperbolehkan Real untuk mulai merayakan gelar. Ribuan penggemar Real
Madrid mulai pergi ke Plaza de Cibeles untuk merayakan gelar.
Cristiano
Ronaldo, pemain pertama yang mencetak gol melawan setiap tim dalam satu
musim di La Liga. Ronaldo juga menjadi topskor di Liga Champions dan
puncaknya menjuarai 3 musim berturut-turut pada musim 2015–2016 hingga
2017–18
José Mourinho mengambil alih sebagai manajer pada Mei 2010.[34][35]
Pada April 2011, kejadian aneh terjadi, untuk pertama kalinya, empat
Clásicos itu harus dimainkan dalam rentang delapan belas hari. Yang
pertama adalah perlengkapan untuk pertandingan Liga pada tanggal 17
April (yang berakhir 1-1 dengan gol penalti untuk kedua belah pihak),
Copa del Rey (yang berakhir 1-0 untuk Madrid), dan kontroversial leg
kedua semifinal Liga Champions pada 27 April dan 2 Mei (3-1 kekalahan
agregat) ke Barcelona.
Clasico pertama kali melihat Cristiano Ronaldo mendapatkan gol pertamanya melawan Barcelona karena penalti yang diberikan kepada Madrid setelah pelanggaran ke Marcelo. Final Copa del Rey
memberi Real Madrid gelar pertama di bawah Mourinho dengan sundulan
Cristiano Ronaldo di perpanjangan waktu. Semifinal Liga Champions adalah
mungkin yang paling kontroversial dari empat pertandingan, dengan
pengusiran Pepe pada leg pertama di Santiago Bernabéu, setelah diduga “tantangan berbahaya” untuk bek Barcelona Daniel Alves.
Alves dilakukan dalam tandu “tidak dapat berjalan”, tapi setelah Pepe
ditunjukkan memerah, Alves datang berlari kembali ke lapangan dalam
hitungan detik. Setelah Pepe yang mengirimkan dari pelatih Jose Mourinho
juga diusir, menerima denda dan larangan lima pertandingan.
Pertandingan ini sama juga kontroversial oleh gelandang Barcelona Sergio Busquets
yang ditangkap pada video mengatakan apa yang tampak seperti cercaan
rasial seharusnya Madrid bek kiri Marcelo. Leg kedua tidak kontroversial
sebagai yang pertama, dengan mungkin pengecualian tujuan dibatalkan
untuk Gonzalo Higuaín, setelah Cristiano Ronaldo dianggap telah mengotori Javier Mascherano sebagai akibat dari pelanggaran terhadap Ronaldo oleh Gerard Piqué.[36]
Di La Liga musim 2011-12, Real Madrid memenangkan liga, rekor
waktu 32 dalam sejarah La Liga dan menyelesaikan musim dengan sejumlah
catatan, termasuk 100 poin dalam satu musim, rekor 121 gol yang dicetak
& selisih gol dari +89, dan 16 rekor menang tandang dan 32 secara
keseluruhan menang. Di musim yang sama, Cristiano Ronaldo menjadi pemain
tercepat untuk mencapai 100 gol dalam sejarah Liga Spanyol. Dalam
mencapai 101 gol dalam 92 pertandingan, Ronaldo melampaui legenda Real
Madrid, Ferenc Puskás,
yang mencetak 100 gol dalam 105 pertandingan. Ronaldo menetapkan tanda
klub baru untuk tujuan individu mencetak gol dalam satu tahun (60), dan
menjadi pemain pertama yang mencetak gol melawan semua 19 tim oposisi
dalam satu musim.[37][38]
Setelah mengecewakan menelan kekalahan oleh Atletico Madrid di Final Copa del Rey 2013, Florentino Perez mengumumkan kepergian Mourinho di akhir musim dengan “kesepakatan bersama”.[39] Mourinho dianggap musim 2012-13 sebagai “yang terburuk dalam karier saya”,[40] di mana tim selesai di semifinal Liga Champions, dan runner up di Copa del Rey. Mourinho kembali ke Liga Inggris dengan Chelsea, sebuah tim yang membawa Mourinho sukses dari 2004 sampai 2007
Pada 25 Juni 2013, Carlo Ancelotti menjadi manajer Real Madrid, berhasil menggantikan Mourinho, dengan menandatangani kontrak tiga tahun.[41][42] Sehari kemudian, ia diperkenalkan pada konferensi pers pertamanya untuk Madrid di mana ia mengumumkan bahwa Zinédine Zidane dan Paul Clement, keduanya akan menjadi asistennya.[43] Pada 1 September 2013, transfer lama ditunggu-tunggu dari Gareth Bale diumumkan. Pemain Wales itu dilaporkan baru penandatanganan rekor dunia, dengan harga transfer diperkirakan sekitar €100 juta.[44]
Pada musim pertama Ancelotti di klub, Real Madrid memenangkan Copa del
Rey, dengan Bale mencetak kemenangan di final melawan Barcelona.[45] Pada 24 Mei 2014, Real Madrid mengalahkan rival sekotanya Atlético Madrid di Final Liga Champions memenangkan gelar Eropa pertama mereka sejak tahun 2002. dan mereka menjadi tim pertama yang memenangkan sepuluh Piala Eropa, sebuah prestasi yang dikenal sebagai “La Décima”.[46]
Lambang dan kostum
Evolusi lambang
Kostum Real Madrid dari awal abad ke-20
1902
1908
1931
Lambang klub pertama Real Madrid adalah desain sederhana dengan
sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai
“MCF” yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Fútbol yang dibalut
warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang
klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih
ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran.[47] Perubahan berikutnya dari logo kemudian tidak terjadi sampai Pedro Parages menjadi presiden klub pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII
memberikan nama tambahan bagi Madrid, yaitu “Real” yang diterjemahkan
secara bebas sebagai “Kerajaan” yang kemudian membuat klub dikenal
dengan nama “Real Madrid”.[48]
Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan
ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real
Madrid Club de Fútbol.[47]
Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol
kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan.
Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan
Region Castile.[11] Pada tahun 1941—dua tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol—simbol
dan tulisan “Corona Real” atau “Royal Crown” yang sempat dihilangkan,
dipulihkan dan dipadukan dengan garis murbei Castile.[17]
Selain itu di bagian atas logo juga dibuat penuh warna, dengan warna
emas yang paling signifikan, dan klub ini kembali disebut Real Madrid
Club de Fútbol.[47]
Modifikasi terbaru di bagian atas logo terjadi pada tahun 2001 ketika klub ingin lebih menonjolan citra untuk abad ke-21
dengan menstandarkan bagian atas logonya. Salah satu modifikasi yang
dilakukan adalah mengubah garis murbei biru tua dengan warna biru yang
agak cerah.[47]
Perubahan pola kostum
1902-1911
1911-1925
1925-1926
1926-1931
1931-1952
1955-
Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan kandang
adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus
mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi sekarang ini desain
tersebut tidak dipakai lagi. Kaus kaki pertama yang dipakai berwarna
biru gelap.[10][49] Kaus bergaris biru kemudian digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthians pada tahun 1902.[50] Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an,
manajemen tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing
pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan
sampai saat ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atlético Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor.[17] Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang adalah hitam atau terkadang ungu.
Perlengkapan klub saat ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai sejak tahun 1998.[51][52] Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk musim 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992.[53][54] Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu musim digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan kesepakatan yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub.[55] Kemudian sponsor berikutnya Real Madrid menjadi Bwin.com untuk masalah ekonomi BenQ Siemens.[56][57] Sponsor saat ini adalah Fly Emirates.
Setelah pindah kandang ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912—yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun—[8] klub kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal
selama setahun. Campo de Ciudad Lineal merupakan sebuah tanah kecil
dengan kapasitas 8.000 penonton. Setelah itu, Real Madrid pindah kandang
ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United.[58] Pada stadion yang memiliki kapasitas 22.500 penonton ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama.[10] Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste
sebagai presiden klub, ia kemudian memutuskan bahwa Stadion Chamartín
tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian
membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14
Desember 1947.[17][59] Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955.[18] Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.[17]
Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953, seiring renovasi
yang dilakukan, sehingga membuat kapasitas penonton memuncak menjadi
120.000 penonton.[60][61]
Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion, salah satunya
meniadakan tempat menonton berdiri pada 1998–1999 seiring peraturan UEFA.[60]
Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2003, yaitu peningkatan sekitar
lima ribu kursi sehingga kapasitas stadion menjadi 81.254. Sebuah
rencana untuk menambahkan atap yang dapat dibuka juga telah diumumkan
kepada publik.[62]
Stadion Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia, di antaranya Final Piala Negara Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Eropa/Liga Champions UEFA tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010.[63] Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri, yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu.[64] Pada tanggal 14 November 2007, Stadion Bernabéu mendapatkan status sebagai Stadion Elite UEFA.[65]
Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stéfano diresmikan di Madrid di mana Real Madrid kini biasa berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan di sana adalah antara Real Madrid dan Stade de Reims, sebuah pertandingan ulangan dari Final Piala Eropa 1956. Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 6–1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano (2), Roberto Soldado (2), dan José Manuel Jurado.
Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas
pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid, tepatnya di
Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang, dan menjadi kandang dari
klub Real Madrid Castilla. Nama stadion ini diambil dari mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stéfano.[66]
Catatan dan statistik
Raúl adalah pemimpin sepanjang masa Real Madrid dalam mencetak gol dan penampilan.
Raúl memegang rekor penampilan terbanyak Real Madrid, setelah bermain 741 pertandingan tim pertama 1994-2010. Manuel Sanchís, Jr datang kedua, setelah bermain 711 kali.[67] Rekor untuk kiper seringkali dilakukan oleh Iker Casillas,
dengan 630 penampilan. Dengan membela 139 (semua di klub), dia juga
pemain internasional Real yang paling tertutup. Sementara dengan membela
127 (47 sementara di klub), Luís Figo, Pemain Portugal yang paling mengakhiri pemain internasional Real Non-Spanyol.[68]
Raúl adalah pencetak gol terbanyak Real, dengan 323 gol dalam 741 pertandingan (1994-2010).[69] Empat pemain lain juga telah mencetak lebih dari 200 gol untuk Real: Alfredo Di Stefano (1953-1964), Santillana (1971-1988), Ferenc Puskás (1958-1966) dan Hugo Sánchez
(1985-92). Portugal Cristiano Ronaldo memegang rekor untuk tujuan yang
paling liga mencetak gol dalam satu musim (46 di 2011-12). 49 gol Di
Stefano dalam 58 pertandingan itu selama beberapa dekade penghitungan
tertinggi sepanjang masa di Piala Eropa, sampai akhirnya dikalahkan oleh
Raúl pada tahun 2005. Gol tercepat dalam sejarah klub (15 detik)
tersebut dicetak oleh Ronaldo Brasil pada tanggal 3 Desember 2003 selama
pertandingan liga melawan Atlético Madrid.[70]
Secara resmi, tertinggi kehadiran sosok kandang untuk
pertandingan Real Madrid adalah 83.329, yang untuk kompetisi piala sepak
bola, Copa del Rey, pada tahun 2006. Kapasitas sah saat Stadion Santiago Bernabéu adalah 80.354.[71] Kehadiran rata-rata klub di musim 2007-08 adalah 76.234, yang tertinggi di Liga Eropa.[72]
Real juga telah mencetak rekor di sepak bola Spanyol, terutama gelar
yang paling dalam negeri (31 per 2007-08) dan sebagian besar musim
menang berturut-turut (5, selama 1960-1965 dan 1985-1990). Dengan 121
pertandingan (sejak 17 Februari 1957-7 March 1965), klub memegang rekor
untuk rekor tidak terkalahkan terpanjang di kandang di La Liga.[73][74]
Si Putih juga memegang rekor memenangi Piala Eropa/Liga Champions UEFA sepuluh kali dan untuk penampilan yang paling semi final (22).[75] Raúl González adalah sebagai hingga Desember 2011
sepanjang masa Liga Champions pencetak gol terbanyak, dengan 71 gol
secara total, 66 sementara bermain untuk Real Madrid. Tim ini memiliki
catatan jumlah partisipasi berturut-turut di Piala Eropa (sebelum
menjadi Liga Champions) dengan 15, 1955-56 sampai 1969-70.[76]
Pada bulan Juni 2009, klub memecahkan rekor sendiri untuk biaya
transfer tertinggi yang pernah dibayarkan dalam sejarah sepak bola
dengan menyetujui untuk membayar Manchester United €96 Juta (US $131.5 Juta, £80 Juta) untuk layanan dari Cristiano Ronaldo.[77][78] Biaya dari €76 Juta (lebih dari $100 Juta, £45 Juta) untuk transfer Zinedine Zidane dari Juventus
ke Real Madrid pada tahun 2001 sebelumnya biaya transfer tertinggi yang
pernah dibayarkan. Catatan ini telah rusak sebelumnya pada bulan Juni
2009, selama beberapa hari, ketika Real Madrid setuju untuk membeli Kaká
dari A.C. Milan. Transfer Gareth Bale,
pada tahun 2013, dilaporkan memecahkan rekor transfer dunia, dengan
harga pengalihan diperkirakan sekitar €100 Juta. Rekor penjualan pemain
datang pada tanggal 2 September 2013 ketika Arsenal menandatangani Mesut Özil untuk €47 Juta.[79]
Pada tanggal 4 Januari 2016, Rafael Benitez diberhentikan sebagai
pelatih Real Madrid dan digantikan oleh Zinédine Zidane yang sebelumnya
menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla[80].
Pendukung
Hampir pada setiap musimnya, penonton yang datang memenuhi Stadion
Santiago Bernabéu mayoritas diisi oleh para pemegang tiket langganan
yang jumlah totalnya sekitar 68.670 orang.[81] Untuk menjadi pemegang tiket langganan per musim ini, para calon harus bergabung ke pendukung klub resmi atau biasa disebut socio.
Saat ini sekurang-kurangnya ada 1.800 kelompok pendukung resmi klub
yang tersebar, baik di Spanyol atau di Dunia. Jumlah rata-rata penonton
di stadion setiap kali Real Madrid bertanding kandang sekitar 65.000
orang. Pencapaian terbaik diraih pada musim 2004—05, saat jumlah
rata-rata penonton yang hadir mencapai 71.900 orang. Namun, rekor ini
kalah dari Barcelona yang memiliki rata-rata mencapai 76.000 orang.[butuh rujukan]
Pendukung garis keras Real Madrid disebut Ultras Sur yang termasuk penggemar sayap kanan. Kelompok penggemar ini memiliki aliansi kemitraan yang dekat dengan kelompok pendukung S.S. Lazio yang disebut Irriducibili.
Dalam beberapa kesempatan, sering kali terdapat sejumlah ucapan rasis
dari kelompok pendukung ini kepada pihak pemain dari tim lawan yang
kemudian membuat UEFA sempat melakukan investigasi untuk menyelidiki
kasus ini.[82][83]
Dalam sebuah liga nasional di suatu negara, sering terdapat
persaingan sengit antara dua tim terkuat, dan ini terutama terjadi di La Liga, di mana pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona dikenal sebagai “Pertemuan Klasik” (El Clásico).
Sejak awal kompetisi nasional dimulai, kedua klub sering dipandang
sebagai pencerminan/wakil dari dua daerah berbeda di Spanyol: Catalunya dan Castilla,
serta dari dua kota. Persaingan ini mencerminkan berbagai hal, termasuk
ketegangan politik dan budaya antara Catalunya dan Castilla yang
merupakan gambaran umum dari Perang Saudara Spanyol.[84]
Selama era kediktatoran Miguel Primo de Rivera dan terutama Francisco Franco
(1939—1975), semua budaya regional ditekan. Semua bahasa daerah yang
dipakai di wilayah Spanyol, kecuali bahasa Spanyol (Castilla), secara
resmi dilarang.[85][86] Simbolisasi keinginan rakyat untuk kebebasan Catalunya membuat Barcelona menjadi “lebih dari sekadar klub sepak bola” (més que un club) untuk masyarakat Catalan. Menurut Manuel Vázquez Montalbán,
cara terbaik untuk orang Catalan untuk menunjukkan identitas mereka
adalah dengan bergabung dengan Barcelona. Hal ini lebih kecil risikonya
daripada bergabung dengan gerakan anti-Franco, dan memungkinkan mereka
untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.[87]
Di sisi lain, Real Madrid secara luas dilihat sebagai perwujudan
dari sentralisme berdaulat dan rezim fasis di tingkat manajemen dan di
bawahnya. Santiago Bernabeu yang menjadi presiden klub merupakan seorang
pejuang untuk los nacionales.[88][89] Namun, selama Perang Saudara Spanyol, anggota kedua klub seperti Josep Sunyol (Barcelona) dan Rafael Sánchez Guerra (Real Madrid) menyerah di tangan para pendukung Franco.
Selama tahun 1950, persaingan tersebut memburuk saat ada kontroversi seputar transfer Alfredo Di Stéfano, yang akhirnya bermain untuk Real Madrid dan merupakan kunci kesuksesan mereka berikutnya.[90] Pada era 1960-an, kedua klub kemudian bertemu pada Piala Champions lebih dari dua kali[91]
dan pada tahun 2002, pertemuan antara klub Eropa dijuluki sebagai
“Pertandingan Abad Ini” oleh media Spanyol, dan disaksikan oleh lebih
dari 500 juta orang di seluruh dunia.[92]
Gareth Bale dari Real Madrid dan Arda Turan dari Atlético Madrid di 2013 El Derbi madrileño.
Klub tetangga terdekat dari Real Madrid adalah Atletico Madrid
yang juga membuat persaingan ketat antara penggemar kedua tim sepak
bola dari ibu kota Madrid tersebut. Meskipun Atlético awalnya didirikan
oleh tiga mahasiswa Basque
pada tahun 1903, mereka kemudian berhasil mendapatkan kekuatan baru
pada 1904, seiring bergabungnya para mantan pemain Real Madrid.
Ketegangan lebih lanjut datang karena pendukung Real Madrid lebih banyak
dari kelas menengah, sementara pendukung Atletico lebih banyak dari
kelas buruh dan pekerja. Kedua klub ini kemudian bertemu untuk pertama
kalinya pada 21 Februari 1929 dalam pertandingan ketiga La Liga dalam
musim tersebut. Pertandingan ini sekaligus juga menandai pertandingan
derbi pertama antara dua tim ini. Pada pertandingan tersebut Real Madrid
berhasil menang dengan skor 2–1.[10] Dalam beberapa kesempatan selanjutnya, mereka kembali bertemu dalam ajang lain, salah satunya dalam semifinal Piala Champions
tahun 1959, di mana Real yang memenangkan pertandingan pertama dengan
skor 2–1 di Santiago Bernabéu dan dibalas kemenangan 1–0 Atletico di Metropolitano
yang membuat pertandingan harus diulang. Dalam pertandingan ulangan
itulah, Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1. Atletico kemudian
berhasil melakukan balas dendam dengan dua kali mengalahkan Real Madrid
dalam Copa del Generalísimo tahun 1960 dan 1961 saat dilatih oleh mantan pelatih Real Madrid, José Villalonga Llorente. Real Madrid telah memenangkan El Derbi madrileño sebanyak 75 kali.
Antara 1961 dan 1989, ketika Real Madrid mendominasi La Liga,
hanya Atletico yang mampu mencuri kesempatan juara pada saat Real
lengah. Mereka berhasil memenangkan gelar La Liga pada tahun 1966, 1970,
1973, dan 1977. Pada tahun 1965, Atletico menjadi tim pertama yang
mengalahkan Real di Bernabéu dalam kurun waktu delapan tahun. Catatan
Real Madrid melawan Atletico pada masa sekarang sangat menguntungkan
bagi kubu Real Madrid.[93]
Kemenangan mengesankan dalam derbi ini terjadi pada musim 2002—03,
ketika Real Madrid merebut gelar La Liga setelah menang dengan skor 0–4
atas Atletico di Stadion Vicente Calderón.[94]
Keuangan dan kepemilikan
Gareth Bale, salah satu aset termahal yang dimiliki Real Madrid.
Pesawat Real Madrid
Di bawah kepemimpinan pertama presiden Florentino Pérez
(2000—2006), Real Madrid berkembang dan memulai ambisi untuk menjadi
sebuah klub sepak bola terkaya di dunia sepak bola profesional.[95] Klub kemudian menjual tempat pelatihan mereka di kota Madrid pada tahun 2001 kepada empat perusahaan, yaitu: Repsol YPF,
Mutua Automovilística de Madrid, Sacyr Vallehermoso dan OHL. Penjualan
tersebut terbilang berhasil dan keuangan klub menjadi sehat seiring
habisnya utang yang membebani mereka selama ini dan sekaligus pula
membuka jalan untuk membeli pemain-pemain kelas dunia yang paling mahal
seperti Zinedine Zidane, Luís Figo, Ronaldo dan David Beckham.
Kota Madrid sebelumnya sempat merencanakan merelokasi tempat latihan
klub yang kemudian membuat nilai jual tanah milik klub menjadi tinggi.[27]
Komisi Uni Eropa kemudian mengadakan penyelidikan kepada pemerintah
kota Madrid terkait subsidi kepada negara yang harusnya ada dari bisnis
jual beli ini.[96]
Penjualan tanah bangunan kamp pelatihan untuk membersihkan utang
Real Madrid sebesar 270 miliar Euro dan memungkinkan klub untuk memulai
belanja pemain mahal sebelumnya belum pernah terjadi dalam sejarah Real.
Selain itu keuntungan dari penjualan tersebut kemudian digunakan untuk
membuat sebuah kamp pelatihan baru yang letaknya ada di pinggir kota.[97]
Walaupun kebijakan Pérez yang menghasilkan kesuksesan keuangan
meningkat dari eksploitasi pemasaran klub yang tinggi di seluruh dunia,
terutama di Asia, namun ia kerap kali dikritik karena terlalu fokus pada
pemasaran tim yang akhirnya berujung pada buruknya prestasi tim.
Pada September 2007, Real Madrid dianggap sebagai klub paling berharga dalam sepak bola Eropa oleh BBDO.[98]
Pada tahun 2008, Real kemudian menjadi klub paling berharga kedua di
sepak bola, dengan nilai 951 juta Euro (640 juta pound sterling / 1,2
miliar dollar),[99] hanya kalah tipis dari Manchester United, yang bernilai 1,3 miliar Euro (900 juta pound sterling).[100] Pada tahun 2010, Real Madrid memiliki omset tertinggi dalam bisnis sepak bola di seluruh dunia.[101] Pada bulan September 2009, manajemen Real Madrid mengumumkan rencana untuk membuka taman publik yang akan diluncurkan di 2013.[102]
Sebuah studi di Universitas Harvard
menyimpulkan bahwa Real Madrid “adalah salah satu dari 20 merek yang
paling penting dan satu-satunya di mana eksekutif perusahaan bersama
para pemain terkenal. Kami memiliki beberapa tokoh yang spektakuler
dalam hal untuk mendukung seluruh dunia klub. Ada adalah 287 juta orang
di seluruh dunia yang diperkirakan menjadi penggemar Real Madrid.”[103]
Pada tahun 2010, penilaian Forbes
menempatkan Real Madrid berada di posisi kedua klub terkaya sekitar 992
juta Euro (1.323 juta dollar AS), masih dibawah setelah Manchester
United, berdasarkan angka dari musim 2008-09.[104][105]
Menurut Deloitte, Real Madrid memiliki pendapatan tercatat sebesar 401
juta Euro pada periode yang sama yang membuat mereka menduduki peringkat
pertama.[106]
Bersama dengan FC Barcelona, Athletic Bilbao, dan Osasuna,
Real Madrid kini menjadi sebuah perusahaan terdaftar. Berbeda dengan
perusahaan terbatas (PT), seseorang tidak mungkin untuk membeli saham
klub tetapi hanya boleh menjadi anggota pemodal saja.[107] Para anggota pemodal Real Madrid, disebut socios, membentuk sebuah jaringan delegasi yang merupakan badan tertinggi klub.[108] Pada 2010 klub memiliki 60.000 socios.[109]
Pada akhir musim 2009-10, dewan direksi klub menyatakan bahwa Real
Madrid memiliki utang bersih sebesar 244,6 juta Euro atau sekitar 82,1
juta lebih rendah dari tahun fiskal sebelumnya.
Real, The Movie
adalah sebuah film dokumenter yang menampilkan kegembiraan fans di
seluruh dunia untuk Real Madrid. Film ini diproduksi oleh klub dan
disutradarai oleh Borja Manso, dan berisi lima cerita penggemar dari
lima benua berbeda tentang kecintaan mereka kepada Real Madrid. Dalam
film ini juga juga berisi cuplikan nyata dari skuat Real saat itu,
selama pelatihan di Ciudad Real Madrid, pertandingan, dan wawancara.
Walaupun film menyebutkan semua skuat namun alur utama ceritanya lebih
berfokus pada “Galacticos” seperti David Beckham, Zinedine Zidane, Raul,
Luis Figo, Ronaldo, Iker Casillas, dan Roberto Carlos. Film ini awalnya
diproduksi khusus untuk kawasan Spanyol, tetapi kemudian dipasarkan
secara global setelah melihat antusiasme pendukung Real Madrid diseluruh
dunia.
Sebuah buku berjudul White Storm: 100 years of Real Madrid
ditulis oleh Phil Ball dan menjadi buku sejarah Real Madrid yang
pertama dalam bahasa Inggris. Buku ini diterbitkan tahun 2002 dan isinya
membahas tentang saat-saat paling sukses klub selama seratus tahun
pertama. Buku ini kemudian diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di
dunia.
Real Madrid TV
Selain itu, Real Madrid sejak tahun 1999 mengoperasikan sebuah
saluran TV swasta, Real Madrid TV, yang mengudara 24 jam sehari. Program
ini mencakup berita harian dari asosiasi dan dunia sepak bola, gambar
langsung dari pelatihan tim, penyiaran klasik sepak bola beberapa tahun
terakhir, laporan dan potret, serta siaran berbagai permainan live Real Madrid Castilla
(mantan Real Madrid B), kedua – atau tim muda real, yang saat ini
bermain di divisi dua Spanyol. Real Madrid TV melalui televisi digital
Operator Digital+ (Astra 1KR dan Hispasat 1C) dan platform IPTV imagenio
tersedia dalam bahasa Spanyol melalui penyedia televisi digital. Versi
bahasa Inggris akan dikirim tidak terenkripsi EUR Bird 9A.
Aturan-Aturan Permainan atau Laws of the Game (LOTG) adalah aturan terkodifikasi yang membantu memahami tata cara permainan sepak bola. Pedoman ini adalah satu-satunya hukum sepak bola yang dianut oleh badan olahraga FIFA.
Aturan menyebut jumlah pemain yang harus dimiliki suatu tim, durasi
pertandingan, ukuran lapangan dan bola, jenis dan sifat pelanggaran yang
dapat diadili wasit, makna offside yang sering disalahartikan, dan
banyak aturan lain berkaitan dengan prinsip sepak bola. Selama
pertandingan, merupakan tugas wasit untuk menafsirkan dan menegakkan
“prinsip” dalam permainan.
Pada pertengahan abad ke-19, ada berbagai upaya untuk menyusun “hukum” resmi sepak bola di Inggris. Hukum yang saat ini masih berlaku, merupakan hukum yang disahkan oleh The FA (Asosiasi Sepak bola wilayah Inggris) pada tahun 1863. Hukum asli sangat dipengaruhi oleh Aturan Cambridge dan dalam perkembangannya mendapat pengaruh cukup besar dari Aturan Sheffield. Seiring waktu Laws of the Game telah diamendemen dan diawasi oleh IFAB (International Football Association Board).
Aturan
Lapangan sepak bola.
Lapangan permainan
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area penalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan penalti atau tidak.
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 X 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2 X 15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan jika suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.
Pelanggaran
Wasit sedang memberi hukuman kartu kuning.
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan sesaat dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Kartu merah
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang, dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti.
Wasit dan petugas pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan serta wasit gawang yang berada di pinggir gawang. Wasit memiliki peluit yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak. Petugas ini juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer tim dengan wasit. Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan video atau penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.
Menurut
Nurhasan, Permainan sepak bola dilakukan dalam 2 (dua) babak, yang mana
masing-masing dari babak pada umumnya berlangsung selama 45 menit.
Permainan sepakbola dipimpin oleh seorang wasit dengan dibantu oleh dua
hakim garis. Para pemain menggunakan sepatu bola serta kostum yang
berbeda dengan lawan mainnya, sedangkan untuk penjaga gawangnya harus
mengenakan kostum khusus yang berbeda dengan para pemain lainya.
Muhyi Faruq (2008:17)
Menurut Muhyi Faruq, Permainan sepak bola ialah bentuk dari kegiatan fisik yang memberikan manfaat pada kebugaran tubuh dan mental serta sosial yakni prestasi. Pada kajian ini lebih menyoroti pada permainan dan olahraga sepak bola kaitannya dengan kebugaran tubuh. Permainan ini sendiri masuk dalam aktifitas gerak olahraga, karena bentuk aktifitas fisik yang terstruktur, terencanadan berkesinambungan dengan tujuan untuk kebugaran tubuh yang lebih baik.
Sucipto dkk (2000:7)
Menurut
Sucipto dkk, Permainan Sepak bola yaitu permainan yang hampir
seluruhnya dimainkan dengan menggunakan kaki, kecuali seorang penjaga
gawang yang dibolehkan menggunakan lengannya di daerah tendangan
hukumannya.
Agus Salim (2008: 10)
Menurut Agus Salim, Sepak bola ialah olahraga yang memainkan bola dengan menggunakan kaki. Tujuan utama dari permainan ini adalah untuk mencetak gol atau skor sebanyak-banyaknya yang tentunya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk bisa membuat gol harus tangkas, sigap, cepat, dan baik dalam mengontrol bola.
Muhajir (2007:22)
Menurut
Muhajir, Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan
menyepak, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola kegawang lawan
dengan mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukan bola oleh
lawan.
Alwi dalam KBBI (2003:918)
Menurut
Alwi, Sepak bola adalah permainan beregu yang menggunakan bola sepak
dari 2 (dua) kelompok yang berlawanan yang masing-masing terdiri atas
sebelas pemain.
Luxbacher (2008:2)
Menurut Luxbacher, Pertandingan sepak bola
itu dimainkan oleh 2 (dua) tim yang masing-masing beranggotakan 11
orang. Masing-masing tim mempertahankan gawang dan berusaha menjebol
gawang lawan.
Joko Purwanto (2004:7)
Menurut Joko Purwanto, Sepak bola
adalah suatu bentuk permainan beregu yang menggunakan bola besar,
dimainkan oleh 2 (dua) regu, dan tiap-tiap regu terdiri dari 11 pemain.
Herwin (2004:78)
Menurut Herwin, Permainan sepak bola adalah permainan kelompok yang melibatkan banyak unsur, seperti fisik, teknik, taktik, dan mental.
Subagyo Irianto (2010:3)
Menurut
Subagyo Irianto, Sepak bola adalah permainan dengan cara menendang
sebuah bola yang diperebutkan oleh para pemain dari dua kesebelasan yang
berbeda dengan bermaksud memasukan bola ke gawang lawan dan
mempertahankan gawang sendiri jangan sampai kemasukan bola. indra
Sepak bola (bahasa Inggris: Football atau Soccer) adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan memasukan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diizinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan menjadi pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, bergantung pada format penyelenggaraan kejuaraan. Dari sebuah pertandingan resmi, 3 poin diberikan kepada tim pemenang, 0 poin untuk tim yang kalah dan masing-masing 1 poin untuk dua tim yang bermain imbang. Meskipun demikian, pemenang sebuah pertandingan sepak bola dapat dibatalkan sewaktu-waktu atas skandal dan tindakan kriminal yang terbukti di kemudian hari. Sebuah laga sepak bola dapat dimenangkan secara otomatis oleh sebuah tim dengan 3-0 apabila tim lawan sengaja mengundurkan diri dari pertandingan (Walk Out).
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.
Sejarah
Sejarah olahraga sepak bola (permainan menendang bola) dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok. Pada masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.[7] Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari.[8] Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturan dasar dan menjadi sangat digemari oleh banyak kalangan. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara. olahraga ini juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Posisi pemain
Penjaga gawang dalam sepak bola.
Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1 orang penjaga gawang, 2-5 orang pemain bertahan, 2-5 orang pemain tengah, dan 1-3 orang penyerang. Penjaga gawang (kiper) adalah satu-satunya pemain dalam sebuah tim yang boleh menggunakan tangan untuk menghalangi bola menuju gawang dari serangan tim lawan. Umumnya, penjaga gawang mengenakan pakaian (jersey) yang berbeda dengan pemain lainnya. Pemain bertahan (back) memiliki tugas utama untuk menghalangi dan menutup pergerakan tim lawan. Pemain tengah (gelandang/playmaker) biasanya terdiri dari pemain tengah serang yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang bermain dekat dengan pemain bertahan. Tugas utama pemain tengah adalah mengatur tempo permainan dan menjadi penyokong peran bek dan striker dalam tim. Terdapat pula pemain sayap (winger) yang bertugas di sisi kanan atau kiri lapangan. Penyerang (striker) memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Kapten tim adalah jabatan seseorang yang terpilih di antara para pemain yang bertugas memimpin dan mengoordinasi para pemain agar bermain secara tim di lapangan. Tanda bahwa pemain sebagai kapten tim adalah atribut ban (armband) yang melingkar pada lengan atas. Pada awal sebuah laga resmi, Kapten dari dua tim menjadi pemain terdepan ketika memasuki area lapangan diikuti kiper dan para pemain lain. Biasanya, seorang Kapten menjadi penendang utama penalti serta sebagai penerima pertama penyerahan piala atau gelar juara sebuah turnamen.
Posisi dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi berbagai pola atau taktik permainan. Beberapa pola pemain yang sering digunakan dalam berbagai kejuaraan adalah 4-4-2 (paling sering digunakan), 3-4-2-1 (kekuatan terletak di bagian tengah lapangan), serta 4-3-3 (formasi klasik dari tahun 1970-an yang sering digunakan oleh sistem total footballBelanda dan Jerman Barat).
Aturan
Lapangan sepak bola.
Lapangan permainan
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area penalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan penalti atau tidak.
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 X 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2 X 15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan jika suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.
Pelanggaran
Wasit sedang memberi hukuman kartu kuning.
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan sesaat dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Kartu merah
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang, dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti.
Wasit dan petugas pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan serta wasit gawang yang berada di pinggir gawang. Wasit memiliki peluit yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak. Petugas ini juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer tim dengan wasit. Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan video atau penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.
Kompetisi internasional tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol). Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF. Di kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia. Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations’ Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.
Sepak bola di Indonesia
INDUK SEPAKBOLA INDONESIA
Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan “Sepak Bola Kebangsaan”, Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepak bolaan Indonesia semakin gencar.
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw. Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).
Bola voli (bahasa Inggris: volleyball) adalah permainan olahraga yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Olahraga Bola Voli dinaungi FIVB (Federation Internationale de Volleyball) sebagai induk organisasi internasional, sedangkan di Indonesia, olahraga bola Voli dinaungi oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia).
Sejarah
Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Sarana dan prasarana permainan
Bentuk lapangan bola voli.
Lapangan permainan
Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter.[3] Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 meter.
Bola
Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 200 hingga 280 gram. Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).
Net
Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter.
Cara permainan
Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.[4]
Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu tosser (atau setter), spiker (smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smash bola ke seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus dapat mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.
Aturan permainan
Penghitungan angka
‘Aturan permainan dari bola voli adalah:
Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh akan mendapat nilai
Sistem pertandingan
Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
Kesalahan meliputi:
Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
Di luar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.
Teknik dasar
Servis
Servis pada zaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekadar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melakukan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas. Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis, floating dan cekis.Servis tangan bawah
Mula-mula pemain berdiri di petak servis dengan kaki kiri lebih ke depan dari kaki kanan.
Bola dipegang dengan tangan kiri.
Bola dilambungkan tidak terlalu tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang.
Setelah bola kira-kira setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus ke depan untuk memukul bola.
Telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat pantulan yang sempurna, tangan dapat pula menggenggam.
Servis tangan atas
Teknik servis
Sikap persiapan dimulai dengan mengambil posisi kaki kiri lebih ke depan, kedua lutut agak rendah.
Tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,tangan kiri menyangga bola, tangan kanan di atas bola.
Bola dilambungkan dengan tangan kiri kira-kira setengah meter di atas kepala.
Tangan kanan ditarik ke belakang atas kepala, menghadap depan.
Lakukan gerakan seperti mensmesh bola, perhatian terpusat pada bola.
Lecutan tangan diperlukan pada saat perkenaan bola.
Floating servis
Posisi kaki sama seperti tennis servis.
Tangan kiri memegang bola dan tangan kanan di samping setinggi pelipis.
Dengan tangan kiri bola di lambungkan sedikit ke samping kanan tidak terlalu tinggi.
Setelah bola melambung ke atas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan pada bagian tengah bola.
Pukulan float dapat dilakukan dengan beberapa cara:
Dengan tumit tangan.
Dengan tangan, di saat ibu jari dilipat ke dalam dan menempel pada telapak tangan.
Memukul dengan tangan tergenggam.
Cekis
Sikap permulaan dengan mengambil sikap berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat ke jaring.
Bola dipegang tangan kiri dan kanan.
Saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit ke belakang dan lutut ditekuk.
Kedua tangan dijulurkan ke arah samping bawah kanan dalam keadaan memegang bola.
Bola dilambung ke atas kepala dengan kedua belah tangan.
Setelah bola lepas, tangan kanan ditarik ke samping kanan bawah, liukkan badan ke kanan.
Berat badan ada di kaki kanan, telapak tangan menghadap ke atas.
Setelah bola ada pada jangkauan tangan,secepatnya bersama sama lengan, liukkan badan ke samping kiri
Perkenaan bola bagian bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan dan lecutan tangan.
Macam-macam servis
Servis atas adalah servis dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
Servis bawah adalah servis dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
Servis mengapung adalah servis atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan servis mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Servis Bawah
SERVIS ATAS
Yang perlu diperhatikan dalam servis antara lain:
Sikap badan dan pandangan.
Lambung ke atas harus sesuai dengan kebutuhan.
Saat kapan harus memukul bola.
Passing
Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan ke bawah)
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
Tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
Passing Ke atas (Pukulan/pengambilan tangan ke atas)
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
Menggunakan gerakan kaki untuk menambah power
Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas jaring untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.Teknik smash
Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Smash adalah suatu pukulan yang kuat di saat tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas, sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada di atas net, maka bola dapat dipukul tajam ke bawah. Smash merupakan pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan.
Spike adalah bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teknik smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan.Tes smash
Tes smash adalah tolak ukur dalam kemampuan smash.
Membendung (blocking)
Bola yang melewati tangan bloker.
Pengertian blok dalam permainan bola voli adalah sebuah usaha membendung serangan lawan yang berupa smash agar tidak menghasilkan poin. Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan.Sikap memblok yang benar adalah
Jongkok, bersiap untuk melompat.
Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian melakukan blok.
Blok ada dua macam
Blok tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang pemain.
Blok ganda adalah membendung bola yang dilakukan oleh dua orang pemain atau lebih. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan block ganda antara lain adalah memadukan langkah kaki dan kerjasama antar bloker dalam menentukan waktu lompatan dan arah pergerakan bola.
Kedudukan pemain (posisi pemain)
Posisi pemain bola voli
Pada waktu servis, kedua regu harus berada dalam lapangan/di daerahnya masing-masing dalam 2 deret ke samping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upper atau tosser, pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan libero.
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.
Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan (“kok” atau “shuttlecock“) melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Sejarah
Permainan Battledore and Shuttlecock pada tahun 1854
Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Tiongkok.
Di Tiongkok, terdapat permainan yang disebut Jianzi, yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, koknya dimanipulasi dengan kaki. Objektif permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul “Badminton Battledore – a new game” (“Battledore bulu tangkis – sebuah permainan baru”). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort’s di Gloucestershire, Inggris.
Bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
Partai
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:
Tunggal putra
Tunggal putri
Ganda putra
Ganda putri
Ganda campuran
Lapangan dan jaring
Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yang lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
Perlengkapan
Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.
Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan solkaret untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
Memainkan bulu tangkis
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis.
Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan “keluar”.
Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.
Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.
Teknik dasar
Cara memegang raket
Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:
Pegangan forehand (pegangan dasar)
Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai. Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
Pegangan backhand
Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehand.
Pegangan pukul kasur/Amerika
Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.Teknik Pukulan
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulu tangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapangan lawan.Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulu tangkis, yaitu:
Pukulan servis
Pukulan servis merupakan pukulan dengan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:
Pukulan servis pendek
Pukulan servis panjang
Pukulan servis mendatar
Pukulan servis cambuk
Pukulan lob
Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulu tangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.
Servis
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan “keluar” dan poin untuk penerima servis.
Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.
Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.
Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:
Sistem pindah bola
Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai “orang pertama”. Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan
Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi “orang pertama” saat melakukan servis.
Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh “orang pertama”.
Sistem reli poin
Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.
Sejak Mei2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3×21 reli poin. Pemenangnya adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.
Kompetisi
Badminton World Federation (BWF) menyelenggarakan beberapa kompetisi internasional, termasuk Piala Thomas, partai beregu internasional putra utama pertama kali diadakan pada 1948-1949, dan Piala Uber, setara putri pertama kali diadakan pada 1956-1957. Kompetisi berlangsung setiap dua tahun. Lebih dari 50 tim nasional bersaing di turnamen kualifikasi dalam konfederasi benua untuk tempat di final. Turnamen final melibatkan 12 tim, menyusul peningkatan dari delapan tim pada tahun 2004.
Piala Sudirman, pertandingan tim internasional nomor beregu campuran diadakan setiap dua tahun, dimulai pada tahun 1989. Tim dibagi menjadi tujuh tingkat berdasarkan prestasi masing-masing negara. Untuk memenangkan turnamen, sebuah negara harus bermain dengan baik di semua nomor (ganda dan tunggal putra, ganda dan tunggal putri, dan ganda campuran).
Dalam Kejuaraan Dunia BWF, pertama kali diadakan pada tahun 1977, saat ini peringkat tertinggi hanya 64 pemain di dunia, dan maksimal empat dari masing-masing negara, dapat berpartisipasi dalam setiap kategori. Dalam kedua kompetisi Olimpiade dan BWF, pembatasan jumlah peserta dari satu negara telah menyebabkan beberapa kontroversi karena terkadang menyebabkan mereka tidak termasuk pemain elit tingkat dunia dari negara bulu tangkis terkuat. Piala Thomas, Uber, Sudirman, Olimpiade, dan BWF (dan Kejuaraan Dunia Junior BWF), semuanya dikategorikan sebagai tingkat turnamen yang sama.
Pada awal 2007, BWF memperkenalkan sebuah struktur turnamen baru untuk turnamen tingkat tertinggi selain dari turnamen tingkat satu: BWF Super Series. Turnamen tingkat dua, sebuah tur bagi pemain elit dunia, menjadwalkan dua belas turnamen terbuka di seluruh dunia dengan 32 pemain (setengah dari batas sebelumnya). Para pemain mengumpulkan poin yang menentukan apakah mereka bisa bermain di final Super Series yang digelar di akhir tahun. Di antara seri-seri turnamen ada Kejuaraan Bulu Tangkis Inggris Terbuka, pertama kali diadakan pada tahun 1900, yang pernah dianggap sebagai kejuaraan dunia tidak resmi.
Turnamen tingkat tiga terdiri dari pertandingan Grand Prix Gold dan Grand Prix BWF. Pemain hebat dapat mengumpulkan poin peringkat dunia dan memungkinkan mereka untuk bermain di turnamen BWF Super Series terbuka. Ini termasuk kompetisi regional di Asia (Badminton Asia Championships) dan Eropa (European Badminton Championships), yang menghasilkan pemain terbaik dunia serta Pan America Badminton Championships.
Turnamen tingkat empat, yang dikenal sebagai International Challenge, International Series dan Future Series, mendorong partisipasi dari pemain junior.
Induk organisasi
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.
Bola basket (bahasa Inggris: basketball) adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, permainan bola basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola. Ada 3 posisi utama dalam bermain basket, yaitu: 1) Forward, pemain yang tugas utamanya adalah mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan, 2) Defense, pemain yang tugas utamanya adalah menjaga pemain lawan agar pemain lawan kesulitan memasukkan bola, dan 3) Playmaker, pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan mengatur alur bola dan strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, EropaSelatan, Lithuania, dan juga di Indonesia. Banyak kompetisi bola basket yang diselenggarakan setiap tahun, seperti British Basketball League (BBL) di Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, dan Indonesia Basketball League (IBL) di Indonesia.
Sejarah bola basket
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.
Lapangan, waktu, dan jumlah pemain bola basket
Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter untuk standar National Basketball Association dan panjang 26 meter dan lebar 14 meter untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut referee sedangkan wasit 2 disebut umpire.
Waktu permainan 4 x 10 menit jika berpedoman dengan aturan Federasi Bola Basket Internasional. Versi National Basketball Association waktu bermain adalah 4 x 12 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm – 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 – 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 – 1,40 meter.
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.
Peraturan permainan bola basket
Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:
Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Pihak yang berhasil memasukkan bola ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang
Teknik dasar permainan bola basket
Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada.
Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.
Seorang pemain basket melakukan shooting dengan dua tangan.
Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.
Teknik permainan bola basket profesional
Fade Away
Fade away adalah teknik yang mendorong badan ke belakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. teknik ini sedikit sulit dilakukan bagi pemula. Bila keseimbangan badan tidak terjaga bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.
Hook Shoot
Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi daripada pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang menghadang dan pemain bisa agak jauh. Belakangan teknik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama pada waktu melawan Garuda Bandung di Final 2009, dan keakuratan mencapai 80%.
Jump Shoot
Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus. Yaitu dengan melompat dan melakukan tembakan yang liar dan sulit untuk digagalkan.
Crossover
Merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain profesional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki.
Slamdunk
Slam dunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Yaitu dengan memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket.
Perkembangan
Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakan bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa dilakukan dengan gerakan akrobatik yang berkekuatan luar biasa.
Bola basket di Indonesia
Ada beberapa informasi mengatakan masuknya basket bersamaan dengan kedatangan pedagang dari Cina menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola basket sudah dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok menengah kaya yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Cina modern.
Pada 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket, sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui Negara. Tiga tahun kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk menyatukan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi.
enis meja, atau ping pong (sebuah merek dagang), adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Tiongkok, nama resmi olahraga ini ialah “bola ping pong” (Tionghoa: 乒乓球; Pinyin: pīngpāng qiú). Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 217 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.
Sejarah
Tenis meja dibuat di Inggris sekitar abad ke-19, di mana dimainkan oleh orang kelas atas sebagai permainan indoor setelah makan malam. Tenis meja mempunyai beberapa nama, salah satunya “whiff whaff”, dan disarankan bahwa permainannya pertama kali dikembangkan oleh tentara Inggris di India atau Afrika Selatan, di mana mereka membawanya kembali ke Inggris. Sebaris buku disusun ditengah meja sebagai net, di mana dua bukunya berfungsi untuk memukul bola golf. Nama “ping-pong” digunakan hampir semua negara sebelum perusahaan Inggris J. Jaques & Son Ltd menjadikannya merek dagang pada tahun 1901. Nama “ping-pong” kemudian lebih digunakan untuk permainan yang dimainkan peralatan Jaques, dengan perusahaan lain menyebutnya tenis meja. Situasi yang sama terjadi juga di Amerika Serikat, di mana Jaques menjual hak nama “ping-pong” kepada Parker Brothers. Parker Brothers lalu menjadikannya merek dagang tahun 1920-an, membuat organisasi lainnya mengubah nama menjadi “tenis meja” dibanding menggunakan nama yang lebih umum, namun dengan merek dagang.
Inovasi besar berikutnya dilakukan oleh James W.Gibb, pencinta tenis meja, yang menemukan bola seluloid dalam perjalanan menuju AS tahun 1901 dan menurutnya cocok untuk permainan. Ini diikuti E.C. Goode yang, pada tahun yang sama, menciptakan versi modern dari raket dengan memasang selembar karet yang diberi bintik, ke kayu yang sudah diasah. Tenis meja mulai terkenal pada tahun 1901 disebabkan turnamen yang dibuat, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan dunia tidak resmi pada tahun 1902. Pada awal 1900an, permainan ini dilarang di Russia karena penguasa pada masa itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek yang buruk pada penglihatan pemain
Tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikuti Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. London menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia resmi pertama tahun 1926. Tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat, sekarang disebut, Tenis Meja Amerika, dibentuk.
Tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak Komunis di Perang Saudara China mempunyai “hasrat untuk Tenis Meja asal Inggris” yang menurutnya “ganjil”.
Tahun 1950an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapaisan spons di dasarnya mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan dan perputaran bola. Ini diperkenalkan perusahaan alat olahraga Inggris S.W. Hancock Ltd. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh, yang menghasilkan perubahan peralatan untuk “menurunkan kecepatan permainannya”. Tenis meja diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.
Bat dan bola pingpong
Peralatan Permainan
Raket
01. Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku. 02. Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang dipakai sebagai acuan. 03. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat. 04. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.
Bola
Bola
Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram.[4] Biasanya berwarana putih atau oranye dan terbuat dari bahan selulosa yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 23–26 cm. Pada bola tenis meja biasanya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut dan biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.
Meja lapangan
Lapangan tenis meja permukaan atasnya memiliki ukuran tertentu dan tentunya harus bisa memantulkan bola pingpong. Ukuran lapangan tenis meja secara penuh adalah memiliki panjang 2,74 meter, lebar 1,525 meter, dan tinggi 76 sentimeter yang dihitung dari permukaan tanah.
Permukaan lapangan tenis meja dicat dengan menggunakan warna biru gelap atau warna hijau gelap sesuai dengan komposisi warna cat yang diatur dalam aturan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Permukaannya tidak boleh mengkilap.
Terdapat garis putih dengan lebar 2 cm pada kedua ujung meja. Garis panjang disebut dengan garis tepi panjang, garis pendek disebut garis akhir.
Ada garis putih selebar 3mm (1/8 inci) di tengah meja yang disebut dengan garis tengah. Ketika bermain pada permainan ganda, area dibagi menjadi bagian kiri dan kanan dan jaring ditempatkan di antara 2 bagian meja.
Pegangan forehand
Pegangan backhand
Cara bermain
Permainan tunggal
Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16
Permainan ganda
Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
Pemain bergantian menerima bola dari lawan
Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17
Jadilah diri sendiri; Diri orang lain sudah ada yang memiliki.
— Oscar Wilde.
Inilah pos pertama di blog baru saya. Saya baru saja memulai blog baru ini, jadi ikuti terus untuk melihat konten lainnya. Berlangganan di bawah untuk mendapatkan pemberitahuan ketika saya mengeposkan pembaruan terbaru.
Dian David Michael Jacobs (lahir di Ujung Pandang, Indonesia, 21 Juni1977; umur 42 tahun, juga dikenal dengan nama David Jacobs) adalah seorang atlet tenis meja Indonesia, saat ini berada pada kelas 10 Para-Tenis Meja. Lahir di Ujung Pandang, David Jacobs berlatih tenis meja sejak umur 10 tahun. Pada tahun 2000 Ia berlatih untuk pertandingan internasional dan pada tahun 2001 Ia memenangkan medali emas pertamanya pada SEATTA Games di Singapura. David Jacobs bertanding pada Paralimpiade Musim Panas 2012 dan memenangkan medali perunggu.
Karier Tenis Meja
Jacobs terus berlatih tenis meja ketika mengambil kelas manajemen di kelas Ekonomi Perbanas. Dia berpartisipasi pada SEA Games pertamanya pada tahun 2001. Pada tahun 2001, Jacobs, bersama dengan Yon Mardiono, memenangkan satu-satunya medali emas Indonesia pada pertandingan tenis meja SEATTA di Singapura. Mereka mengalahkan atlet tenis meja Thailand Phucong Sanguansin and Phakphoom Sanguansin.
Jacobs terus bermain dalam SEA Games, bertanding dengan Vietnam (2003), Filipina (2005), dan Thailand (2007). Ia memenangkan kompetisi tenis meja di Pekan Olahraga Nasional tahun 2004. Setelah kemenangan ini, David Jacobs menerima posisi penghargaan di Departemen Olah Raga Nasional dan menjadi karyawan tetap di 2008. Pada tahun 2008, Jacobs menjadi pelatih untuk tim Tenis Meja Indonesia dan pada tahun 2009 dia bertanding dalam SEA Games di Kuala Lumpur.
Karier Para-Tenis Meja
Jacobs mulai bermain dalam turnamen para tenis meja pada akhir tahun 2009 dan menjadi anggota Komite Paralimpiade Nasional pada tahun 2010. Ia bertanding pada Class 10, yang merupakan level fungsional tertinggi pada sistem tersebut. David Jacobs biasanya berlatih dengan olahragawan yang memiliki fungsi badan penuh. Jacobs memiliki masalah fungsional pada salah satu tangannya.
Pada Asian Para Games tahun 2010 di Guangzhou, China, Jacobs memenangkan medali perunggu. Sebelum kompetisi ia hanya memiliki satu bulan untuk berlatih. Jacobs berkompetisi pada beberapa turnamen internasional, memenangkan medali emas di Thailand, perak di Beijing, perunggu di Ceko, perak di Inggris, dan emas di Taiwan. Pada ASEAN ParaGames tahun 2011 di Surakarta, Jacobs memenangkan tujuh medali emas: singles pria (terbuka), doubles pria (terbuka), double campuran (terbuka), double pria, double campuran, team, dab single.[3][5] Pada bulan Januari pada tahun berikutnya, Jacobs bermain dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam tiga seri pertandingan. Walaupun presiden menang satu pertandingan dengan skor 13-11, Jacobs memenangkan keseluruhan seri, memenangkan dua pertandingan dengan skor 11-7 and 11-9. Setelah kompetisi tersebut, presiden Yudhoyono memberikan pidato mengenai butuhnya dukungan terhadap atlet peyandang cacat.
Pada bulan Maret 2012 Jacobs memenangkan dua medali emas pada Protour Paratable Tennis Liknano Open di Italia. Ia mengalahkan Ivan Karavec dari Ceko pada pertandingan single pria. Pada pertandingan tim pria, ia dipasangkan dengan Komet Akbar dan memenangkan tim dari Belanda dan Ceko.[7] Pada bulan Juni Jacobs memenangkan Turnamen Tenis Meja Slowakia, meletakkan posisinya pada tiga terbaik di dunia.
Jacobs adalah salah satu altet Indonesian yang merepresentasikan Indonesia pada Paralimpiade Musim Panas 2012 di London, dengan Ni Nengah Widiasih (angkat besi), Agus Ngaimin (perenang), dan Setyo Budi Hartanto (atletik). Jacobs memenangkan medali perunggu pada pertandingan tenis meja individual klasifikasi C10. Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Indonesia setelah hampir 20 tahun.
Ambasador Produk Meja Tenis Meja untuk Kaum Difabel
David Jacobs berperan sebagai ambasador produk meja tenis meja dari suatu perusahaan Indonesia, SHIAMIQ. Dalam pelaksanaannya, SHIAMIQ menggunakan nama David Jacobs sebagai nama suatu tipe meja tenis meja, yaitu SHIAMIQ David Jacobs. Tipe meja ini ramah bagi pengguna kursi roda. Lebih lanjut lagi, tipe meja tenis meja ini merupakan meja produksi Indonesia pertama yang memenuhi kriteria spesifikasi untuk pengguna kursi roda.
Ada beberapa teknik dasar dalam memegang bet di permainan tenis meja, yakni :
Teknik seperti berjabat tangan yaitu Phakehand Grip
Teknik seperti memegang tangkai pena yaitu Penhold Grip
Teknik Seemiller grip
2. Pukulan Forehand dan Backhand
Melakukan pukulan Forehand dan Backhand lurus
Melakukan pukulan Forehand dan Backhand menyilang meja
3. Servis
Servis forehand dan backhand lurus bidang servis.
Servis forehand dan backhand secara menyilang
Servis forehand dan backhand ke sasaran
4. Smash
Smash Forehand
Smash backhand
Hanya itu saja yang dapat saya jelaskan mengenai Pengertian, Sejarah dan Teknik Tenis Meja, semoga dapat bermanfaat dan menjadi refrensi untuk kehidupan sehari-hari. terima kasih.
Setiap bola mati akan menghasilkan nilai atau point satu.
Serve bola berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
Pemaian yang melakukan serve bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
Satu set permainan berakhir apabila pemain mencapai skor 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
Apabila terjadi deuce atau skor imbang atau kurang dari selisih 2, maka permainan tetap terus dilanjutkan sampai selisih nilai adalah 2.
Permainan Ganda
Ketika setiap bola mati akan menghasilkan nilai atau point
Servis bergantian setiap pemain mendapatkan poin kelipatan 2.
Dalam menerima bola dari lawan Pemain harus selalu bergantian
Pemaian yang melakukan serve hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
Satu set permainan selesai apabila pemain sudah mencapai skor 11, dan kemenangan diraih salah satu pemain apabila mereka sudah mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
Apabila terjadi deuce atau skor imbang atau kurang dari selisih 2, maka permainan tetap terus dilanjutkan sampai selisih nilai adalah 2
01. Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku. 02. Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang dipakai sebagai acuan. 03. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat. 04. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.
Bola
Bola
Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram.[4] Biasanya berwarana putih atau oranye dan terbuat dari bahan selulosa yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 23–26 cm. Pada bola tenis meja biasanya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut dan biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.
Meja lapangan
Lapangan tenis meja permukaan atasnya memiliki ukuran tertentu dan tentunya harus bisa memantulkan bola pingpong. Ukuran lapangan tenis meja secara penuh adalah memiliki panjang 2,74 meter, lebar 1,525 meter, dan tinggi 76 sentimeter yang dihitung dari permukaan tanah.
Permukaan lapangan tenis meja dicat dengan menggunakan warna biru gelap atau warna hijau gelap sesuai dengan komposisi warna cat yang diatur dalam aturan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Permukaannya tidak boleh mengkilap.
Terdapat garis putih dengan lebar 2 cm pada kedua ujung meja. Garis panjang disebut dengan garis tepi panjang, garis pendek disebut garis akhir.
Ada garis putih selebar 3mm (1/8 inci) di tengah meja yang disebut dengan garis tengah. Ketika bermain pada permainan ganda, area dibagi menjadi bagian kiri dan kanan dan jaring ditempatkan di antara 2 bagian meja.
Tenis meja, atau ping pong (sebuah merek dagang), adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Tiongkok, nama resmi olahraga ini ialah “bola ping pong” (Tionghoa: 乒乓球; Pinyin: pīngpāng qiú). Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 217 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.
Sejarah
Tenis meja dibuat di Inggris sekitar abad ke-19, di mana dimainkan oleh orang kelas atas sebagai permainan indoor setelah makan malam. Tenis meja mempunyai beberapa nama, salah satunya “whiff whaff”, dan disarankan bahwa permainannya pertama kali dikembangkan oleh tentara Inggris di India atau Afrika Selatan, di mana mereka membawanya kembali ke Inggris. Sebaris buku disusun ditengah meja sebagai net, di mana dua bukunya berfungsi untuk memukul bola golf. Nama “ping-pong” digunakan hampir semua negara sebelum perusahaan Inggris J. Jaques & Son Ltd menjadikannya merek dagang pada tahun 1901. Nama “ping-pong” kemudian lebih digunakan untuk permainan yang dimainkan peralatan Jaques, dengan perusahaan lain menyebutnya tenis meja. Situasi yang sama terjadi juga di Amerika Serikat, di mana Jaques menjual hak nama “ping-pong” kepada Parker Brothers. Parker Brothers lalu menjadikannya merek dagang tahun 1920-an, membuat organisasi lainnya mengubah nama menjadi “tenis meja” dibanding menggunakan nama yang lebih umum, namun dengan merek dagang.
Inovasi besar berikutnya dilakukan oleh James W.Gibb, pencinta tenis meja, yang menemukan bola seluloid dalam perjalanan menuju AS tahun 1901 dan menurutnya cocok untuk permainan. Ini diikuti E.C. Goode yang, pada tahun yang sama, menciptakan versi modern dari raket dengan memasang selembar karet yang diberi bintik, ke kayu yang sudah diasah. Tenis meja mulai terkenal pada tahun 1901 disebabkan turnamen yang dibuat, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan dunia tidak resmi pada tahun 1902. Pada awal 1900an, permainan ini dilarang di Russia karena penguasa pada masa itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek yang buruk pada penglihatan pemain
Tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikuti Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. London menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia resmi pertama tahun 1926. Tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat, sekarang disebut, Tenis Meja Amerika, dibentuk.
Tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak Komunis di Perang Saudara China mempunyai “hasrat untuk Tenis Meja asal Inggris” yang menurutnya “ganjil”.
Tahun 1950an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapaisan spons di dasarnya mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan dan perputaran bola. Ini diperkenalkan perusahaan alat olahraga Inggris S.W. Hancock Ltd. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh, yang menghasilkan perubahan peralatan untuk “menurunkan kecepatan permainannya”. Tenis meja diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.
Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia disingkat ‘Perbasi’ merupakan organisasi pengatur olahraga bola basket di Indonesia. Didirikan 23 Oktober1951.
Sejarah
Perbasi didirikan pada tahun 1951, di mana Tony Wen dan Wim Latumeten diminta oleh Maladi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun organisasi olahraga bola basket Indonesia. Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober1951 dibentuklah organisasi bola basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat Perbasi. Tony Wen menduduki jabatan ketua serta Wim Latumeten sebagai sekretaris. Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan tetap disingkat Perbasi.
Perbasi menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, pengurus cabang (pengcab) Perbasi, pengurus daerah (pengda) Perbasi, sampai kepada pengurus besar (PB) Perbasi. Dalam perjalanannya PB Perbasi telah beberapa kali berganti kepengurusan. Tercatat pengusaha muda Noviantika Nasution pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB Perbasi masa jabatan 2006-2010, setelah sebelumnya jabatan Ketua Umum dipegang oleh Gubernur DKI, Sutiyoso.
Pada 2010 Ketua Umum PB Perbasi dipegang oleh mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia Anggito Abimanyu, setelah unggul 133 suara dari satu calon lainnya Azrul Ananda di Musyawarah Nasional Perbasi di Jakarta.
Tahapan kongres yang molor membuat kongres baru bisa digelar 13-14 Maret 2015. Danny Kosasih terpilih dengan mengalahkan Azrul.
Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada.
Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.
Seorang pemain basket melakukan shooting dengan dua tangan.
Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.
Teknik permainan bola basket profesional
Fade Away
Fade away adalah teknik yang mendorong badan ke belakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. teknik ini sedikit sulit dilakukan bagi pemula. Bila keseimbangan badan tidak terjaga bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.
Hook Shoot
Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi daripada pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang menghadang dan pemain bisa agak jauh. Belakangan teknik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama pada waktu melawan Garuda Bandung di Final 2009, dan keakuratan mencapai 80%.
Jump Shoot
Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus. Yaitu dengan melompat dan melakukan tembakan yang liar dan sulit untuk digagalkan.
Crossover
Merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain profesional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki.
Slamdunk
Slam dunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Yaitu dengan memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket.
Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter untuk standar National Basketball Association dan panjang 26 meter dan lebar 14 meter untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut referee sedangkan wasit 2 disebut umpire.
Waktu permainan 4 x 10 menit jika berpedoman dengan aturan Federasi Bola Basket Internasional. Versi National Basketball Association waktu bermain adalah 4 x 12 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm – 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 – 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 – 1,40 meter.
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.
A basketball with a dark background on a hardwood gym floor
Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:
Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Pihak yang berhasil memasukkan bola ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang
Bola basket (bahasa Inggris: basketball) adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, permainan bola basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola. Ada 3 posisi utama dalam bermain basket, yaitu: 1) Forward, pemain yang tugas utamanya adalah mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan, 2) Defense, pemain yang tugas utamanya adalah menjaga pemain lawan agar pemain lawan kesulitan memasukkan bola, dan 3) Playmaker, pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan mengatur alur bola dan strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, EropaSelatan, Lithuania, dan juga di Indonesia. Banyak kompetisi bola basket yang diselenggarakan setiap tahun, seperti British Basketball League (BBL) di Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, dan Indonesia Basketball League (IBL) di Indonesia.
Sejarah bola basket
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.